LAMURIONLINE.COM I ACEH BESAR – Aktivitas penyuluhan agama yang berlangsung di tengah masyarakat tidak hanya menjadi bagian dari tugas pembinaan keagamaan, tetapi juga memiliki nilai informasi yang penting untuk diketahui publik. Menyadari hal tersebut, Majelis Taklim Penyuluh Akhwat Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar mendorong para penyuluh untuk memperkuat dokumentasi dan publikasi kegiatan melalui kemampuan menulis berita.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Teknik Menulis Berita yang digelar di Balai Pengajian Sabilal Muhtadin, Gampong Aneuk Galong Baro, Kecamatan Sukamakmur, Kamis (17/9/2026). Kegiatan diikuti 22 Penyuluh Agama Islam dari KUA kecamatan di Kabupaten Aceh Besar.
Ketua Majelis Taklim Penyuluh Akhwat Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, Ustazah Syathriah, S.Ag., M.Ag., mengatakan perkembangan teknologi informasi telah membuka ruang yang luas bagi penyuluh untuk menyampaikan aktivitas pembinaan kepada masyarakat.
“Dakwah hari ini tidak hanya berlangsung secara langsung di majelis atau tempat pengajian. Kegiatan pembinaan yang dilakukan penyuluh juga dapat disampaikan melalui tulisan sehingga manfaatnya dapat diketahui oleh masyarakat yang lebih luas,” katanya.
Menurut Syathriah, setiap penyuluh memiliki pengalaman yang berbeda di wilayah binaannya. Pengalaman tersebut dapat menjadi sumber informasi yang bernilai apabila didokumentasikan secara baik dan disampaikan berdasarkan fakta.
Karena itu, ia mengharapkan pelatihan tersebut tidak berhenti pada pemahaman teori menulis, tetapi menjadi kebiasaan baru bagi penyuluh untuk mencatat, mendokumentasikan, dan mempublikasikan berbagai kegiatan pembinaan masyarakat.
“Harapannya, dari setiap wilayah binaan akan lahir tulisan-tulisan yang menggambarkan kerja nyata penyuluh. Dengan begitu, masyarakat dapat melihat langsung berbagai kegiatan pembinaan yang selama ini berlangsung di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber pelatihan, Ustazah Zahratil Ainiah, S.I.Kom., Penyuluh Agama Islam Kecamatan Lhoknga, mengatakan kemampuan menemukan informasi penting menjadi salah satu kunci dalam menghasilkan berita yang menarik.
Ia mengajak peserta tidak hanya menjadikan acara seremonial sebagai bahan berita, tetapi juga menggali sisi lain dari aktivitas penyuluhan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Ketika penyuluh mendampingi masyarakat, sebenarnya banyak informasi yang dapat digali. Ada proses pembinaan, perubahan, perjuangan, dan keberhasilan masyarakat yang dapat menjadi cerita positif sekaligus memberikan edukasi kepada pembaca,” jelasnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari teknik menemukan nilai berita, menentukan angle, menyusun judul dan lead, menerapkan unsur 5W+1H, serta menulis berita untuk media daring. Materi juga dilengkapi dengan praktik langsung membuat naskah berita berdasarkan aktivitas penyuluhan.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan peserta berlatih mengembangkan informasi dari lingkungan kerja masing-masing. Melalui praktik tersebut, peserta diarahkan untuk menghasilkan tulisan yang faktual, informatif, dan sesuai dengan prinsip dasar jurnalistik.
Dengan semakin banyaknya aktivitas penyuluhan yang terdokumentasi melalui tulisan dan media digital, kerja Penyuluh Agama Islam di berbagai kecamatan diharapkan semakin dikenal masyarakat sekaligus memperkuat penyampaian pesan-pesan keagamaan melalui ruang digital.*

0 facebook:
Post a Comment