Mungkin saya bukan ahlinya masalah CINTA, tapi disini ijinkan saya untuk menya takan pandangan saya mengenai CINTA. Berbicara masalah yang satu ini memang tidak akan habis-habisnya. Sepanjang hidup ini masih berlangsung maka sepanjang itu pulalah masalah CINTA ini akan selalu hangat untuk dibicarakan. Ayo…siapa yang lagi kejatuhan cinta…( ups salah , yang lagi jatuh cinta maksudnya). CINTA itu adalah sebuah hadiah dari Allah yang diberikan kepada semua makhluknya dan patut untuk disyukuri . CINTA itu indah , berbahagialah orang-orang yang dianugrahkan CINTA. CINTA itu datang tanpa diminta lho…tau-tau udah ada aja di hati, bisa dirasa tapi tidak bisa dilihat, itulah yang namanya CINTA. Kalau diamat-amati tidak ada definisi tunggal mengenai kata CINTA, CINTA boleh didefinisikan dalam berbagai bentuk tergantung dari orang yang memahami CINTA tersebut Namun, pertanyaannya sekarang adalah mampukah kita menata hati agar bisa melabuhkan CINTA itu pada tempatnya, Yaitu CINTA kepada Allah dan mencintai sesuatu karena karena Allah? Sering kali kita melihat fenomena yang terjadi sekarang ini betapa CINTA itu telah disalah tempatkan, terutama ketika berbicara CINTA yang tercipta terhadap lawan jenis, yang akhirnya akan berujung kepada pacaran. Budaya pacaran digebar-gemborkan agar tercipta perasaan-perasaan CINTA yang indah. 

               Mencintai seseorang terlalu berlebih-lebihan sehingga lupa dan lalai dalam mengingat Allah. Yang ada dalam pikirannya hanyalah si dia, tidak ada ruang buat mengingat Allah. Lalu pertanyaan selanjutnya adalah apakah tidak boleh mencintai seseorang? Jawabannya adalah tentu saja boleh. Akan tetapi ikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan Allah. Ada beberapa langkah yang dapat ditempuh untuk menuju CINTA yang diridhai Allah. Yang pertama, pelajari dan pahami kembali ayat-ayat yang bekenaan dengan rambu-rambu dan bagaimana seharusnya hubungan yang akan dibangun antar lawan jenis t e r s e b u t . Yang kedua, tanamkan di hati bahwa setinggi-tinggi cinta itu hanyalah milik Allah baru setelah itu cinta yang lain-lainnya. Yang ke tiga adalah, jauhkan sifat berlebih-lebihan, yaitu jangan terlalu berlebih-lebihan dalam mencintai seseorang, karena suatu saat anda akan membencinya, tapi kalau CINTA itu dilabuhkan hanya kepada Allah walau berlebih-lebihan maka CINTA itu tidak akan berkurang dan akan ada slamanya. Kemudian yang terakhir, mencintai seseorang itu karena Allah. Seganteng apapun dia, sepintar apapun dia, secantik apapun dia, sekaya apapun dia lewat...apabila agamanya minus. jadi, yang menjadi poin disini adalah tingkat keimanannya kepada Allah, tidak melihat yang lainnya. karena apabila agamanya kuat otmatis hubungan dengan Allah juga kuat. N a m u n k a l a u m a s i h mempertimbangkan hal yang lainlainnya berarti belum digolongkan m e n c i n t a i k a r e n a A l l a h . Jadi, tetap istiqamah di jalan Allah…. G a p a i C I N T A A l l a h y a n g h a k i k i … . . w a l l a h u A ' l a m
SHARE :
 
Top