Membaca beberapa headline berita internasional dalam beberapa jam terakhir menyoroti nama Indonesia dan Aceh.

Ya, ini terkait dengan sikap Indonesia yang membuka tangan bagi manusia perahu (refugee) Rohingya asal Myanmar dan Bangladesh.

Saya melihat tayangan videonya, nampak bendera UNHCR begitu kecil sekali, tertutup oleh nuansa Nyiur Pohon Kelapa. Indonesia dipuji disana-sini, bahkan mengejutkan editorial Al-Jazeera. Mirip sekali dengan suasana tembang "Rayuan Pulau Kelapa". Terasa sekali bangganya membaca nama "Indonesia" disebutkan berkali-kali, melebih penyebutan negara di ajang Olimpiade.

Pembaca berita CNN bahkan tidak bisa menutup ekspresi kekagumannya kepada bangsa Indonesia.

Rasanya, sungguh tepat bapak kita dulu menggariskan tujuan bernegara dengan kalimat "MENJAGA KETERTIBAN DUNIA". Sudah sepantasnya bangsa ini sadar, bahwa dirinya pun pantas menjadi bagian dari bangsa-bangsa besar di dunia.

*dari fb Leo Kusuma, Senin (18/5/2015)

Media Turki Beritakan Kebaikan Aceh Membantu Pengungsi Rohingya

Salah satu media di Turki mengapresiasi kepedulian masyarakat Aceh dalam membantu pengungsi Rohingya yang terdampar di lautan lepas dan menariknya ke daratan. Aksi spontanitas yang diberikan warga Aceh menjadi berita yang diulas Harian Yeni Safak di Turki, edisi Minggu (17/5/2015).

Yeni Safak merupakan media yang dekat dengan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang sukses mengantarkan Recep Tayyeb Erdogan sebagai Presiden Turki. 

Media itu mengulas kebaikan masyarakat Aceh yang membantu muslim Rohingya (Arakan) yang terdampar di Aceh Utara, Langsa, dan di Aceh Tamiang beberapa hari lalu. "Ace'ye 582 Arakan" demikian salah satu sub judul pada berita terkait bagaimana warga Aceh membantu pengungsi Rohingya.

Teuku Zulkhairi melalui akun facebooknya membagi foto media tersebut, saat ini ia sedang berada di Turki bersama Koordinator Masyarakat Informasi Teknologi (MIT) Indonesia, Teuku Farhan.

Mereka berdua mendapat kehormatan mengungjungi negara itu dalam kaitan peresmian salah satu media di Turki dan pertemuan pekerja media yang konsen pada isu-isu Islam dari berbagai negara.

"Ini membuktikan, satu sisi publik Turki dan medianya semakin mengenal Aceh... Dan di sisi lain, kerja masyarakat Aceh yang membantu pengungsi Rohingya telah menjdi kerja-kerja dalam skala peradaban, Subhanallah," tulis Teuku Zulkhairi.  (Tribunnews)

***

Muhajirin abad modern dari Rohingya, dan Anshar abad ini masyarakat Aceh.

Selamat bagi orang-orang Aceh yang sudah mendapatkan kemuliaan itu.

Insyaallah, saudara-saudara muslim mu dari daerah lainnya ikut ambil bagian melakukan perbuatan mulia itu.

Semoga rahmat dan keberkahan dari Allah berkucuran bagi Aceh dan penduduknya sampai kepada anak cucu keturunan mereka semua.


(Zulfi Akmal) http://www.pkspiyungan.org/
SHARE :
 
Top