Lamurionline.com--KETIKA banyak orang gagal di tengah melimpah fasilitas dan dukungan, justru tidak demikian halnya terhadap Takdir Feriza Hasan. Prestasi putra Aceh Besar, kelahiran Gampong Lampuuk, Kecamatan Darussalam, 20 Juli 1986 dalam kemampuan baca Alquran (qari) ini semakin diperhitungkan, bukan hanya di level provinsi tetapi juga nasional bahkan dunia internasional.
Dalam usianya yang masih relatif muda, Takdir, begitu ia biasa disapa, sudah membukukan sederet prestasi di berbagai perlombaan (musabaqah) membaca Alquran. Bahkan, pada 6-12 Juli 2015, Takdir menjadi duta Indonesia ke Turkey International Holy Quran Memorization and Recitation Competition yang berlangsung di Istanbul.
Takdir Feriza Hasan ditetapkan sebagai wakil Indonesia ke MTQ Internasional di Istanbul, Turki tersebut oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Tingkat Nasional berdasarkan seleksi terhadap para juara MTQ Nasional XXV Tahun 2014 di Batam, Kepulauan Riau. Di even tingkat nasional tersebut sebenarnya Takdir meraih predikat Qari Harapan III Golongan Dewasa. Namun, katanya, peserta terbaik lainnya sudah dikirim ke berbagai even MTQ Internasional di berbagai lainnya. “Untuk MTQ Internasional di Turki tahun 2015 ini ada kriteria umur, dan saya memenuhi kriteria tersebut,” kata Takdir yang sejak 2012 bekerja sebagai honorer di Kantor Camat Krueng Barona Jaya, Aceh Besar.
Menurut suami dari Fajrina Rahmi, alumni Akper Cut Nyak Dhien Banda Aceh, dan kini sudah memiliki seorang putra bernama Faiza Akifa Takdir yang baru berusia 1,5 tahun, seiring dengan perjalanan waktu, ada kegalauan yang mulai menggayuti pikirannya. Meski dia terus berusaha untuk mengasah kemampuan di bidang baca Alquran, namun kemampuan itu pasti ada batasnya, baik karena faktor usia maupun penyebab lainnya.
“Saya beruntung karena sampai saat ini masih dianugerahi kemampuan fisik dan suara disebabkan usia yang masih muda. Namun semua itu pasti berakhir dan ketika kemampuan itu tak lagi, siapa lagi yang peduli kepada saya,” kata Takdir sambil mencontohkan nasib beberapa qari dan pahlawan di bidang olahraga yang tak punya masa depan ketika kejayaannya berakhir.
Menurut Takdir, selama ini dia merasa kurang sekali kepedulian pemerintah terhadap mereka-mereka yang telah menjadi ikon atau kebanggaan bagi daerah karena berbagai prestasi yang telah diraih. Secara pribadi dia juga merasakan itu. “Saya sendiri berharap bisa menjadi PNS, namun hingga saat ini harapan itu masih sebatas harapan. Sudah sejak 2012 saya sebagai pegawai honor. Sementara usia terus bertambah. Saya ingin memiliki jaminan masa depan sambil terus berusaha menjadi kebanggan bagi masyarakat dan negara ini,” ujarnya penuh harap.
Terkait dengan kepercayaan yang diberikan oleh LPTQ Nasional untuk menjadi wakil Indonesia ke MTQ Internasional di Turki, pihak LPTQ Nasional sudah menyurati Gubernur Aceh untuk ikut memfasilitasi berbagai kebutuhan yang bersangkutan. Diakui oleh Takdir, Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah telah membantu sekadar uang saku untuknya di luar tiket PP yang ditanggung Pemerintah Turki. “Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur yang sudah ikut membantu, semoga saya bisa memberikan yang terbaik untuk daerah ini,” kata Takdir sambil juga memohon doa dari seluruh masyarakat.(nasir nurdin) Serambi Indonesia
SHARE :
 
Top