ads1

Lamurionline.com--ADELAIDE merupakan salah satu kota bagian dari Australia yang terletak di bagian selatan benua tetangga Indonesia itu. Jika Anda ingin ketenangan dan jauh dari kesemrawutan kota besar, inilah tempatnya. Sama seperti Banda Aceh, Kota Adelaide juga disebut dengan kota budaya, karena di sini kita dengan mudah menemukan banyak pertunjukan dan festival budaya pada waktu-waktu tertentu seperti yang sering kita jumpai di Taman Sari dan Taman Budaya Banda Aceh.

Yang berbeda, di tempat-tempat pusat keramaian di Kota Banda Aceh sangat jarang terlihat orang-orang tua di atas usia 60-an berjalan-jalan melakukan aktivitas seperti jogging, berbelanja atau hanya sekadar jalan-jalan.
Pemandangan yang berbeda bisa kita temui di Adelaide, baik di suburb (pinggiran kota) maupun di pusat kota, kita akan sering melihat banyak orang lanjut usia melakukan aktivitas.
Di Australia mereka lebih dikenal dengan sebutan senior citizen. Para orang tua ini terlihat berjalan sendiri atau bersama pasangan baik di mal maupun di taman kota. Pemerintah sangat memperhatikan para senior ini dan mereka mendapat perlakuan khusus dari pemerintah maupun warga sekitar. Banyak rambu yang kita temui di Adelaide dengan amaran untuk mendahulukan kepentingan mereka, seperti di dalam bus (di sini disebut metro) atau di tempat umum yang lain.
Menariknya lagi, para senior citizen ini selalu mendapat diskon saat berbelanja. Kaum disabilitas juga diperlakukan sangat spesial di Adelaide. Banyak tempat umum menyediakan kamar mandi khusus untuk penyandang disabilitas. Special treatment atau perlakuan khusus juga berlaku ketika berada di transportasi umum. Pernah suatu ketika saya dan beberapa penumpang metro harus bangun dari tempat duduk karena kursi harus dilipat untuk memuat penumpang yang berkursi roda. Sang sopir turun kemudian mengangkat dan mendorong kursi roda ke dalam metro. Sungguh pemandangan yang indah.
Bukan maksud ingin membandingkan, tapi sering kita melihat kaum disabilitas menjadi pengemis dan telantar di kota madani kita yang tercinta. Namun, di Adelaide kaum disabilitas berbaur dengan masyarakat tanpa dipandang sebelah mata. Mereka memiliki hak yang sama, bahkan lebih dibandingkan dengan warga yang normal. Tak heran, dengan banyaknya fasilitas yang memanjakan mereka, Anda akan melihat banyak orang yang menggunakan electronic wheel chair (kursi roda elektronik) dan anjing penuntun berwara-wiri di mal dan di taman kota.
Untuk mahasiswa seperti saya, Adelaide juga merupakan tempat yang sangat pas untuk dihuni. Tidak hanya tenang, Adelaide merupakan kota dengan biaya hidup termurah dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya di Australia. Sama halnya dengan senior citizen dan masyarakat berkebutuhan khusus, para mahasiswa juga dimanjakan dengan fasilitas-fasilitas yang luar biasa. Mahasiswa selalu mendapat diskon saat berbelanja ataupun saat menikmati pertunjukan dan bioskop. Mahasiswa cukup menunjukkan student card saja, lalu diskon pun langsung bisa dinikmati.
Untuk kebutuhan sehari-hari mahasiswa dapat berbelanja di Central Market, pasar tradisional seperti di Peunayong Banda Aceh, tapi di sini lebih bersih dan nyaman. Di pasar ini kita bahkan bisa mendapat sekarung anggur hanya dengan satu dolar Australia pada waktu dan jam tertentu.
Tak hanya itu, di Adelaide dan negara bagian Australia lainnya, mahasiswa diizinkan untuk bekerja part time di sela-sela kesibukan kuliah. Jadi, ilmu dapat, dolar pun dapat.
Urusan ibadah, di Adelaide sangatlah mudah. Di Universitas Flinders, tempat saya kuliah, tersedia ruangan modern khusus di mana mahasiswa muslim bisa berwudhu, shalat berjamaah, dan melakukan aktivitas keagaman tertentu. Bahkan tak jauh dari tempat tinggal saya di Jalan Marion, Mitchell Park, ada sebuah masjid bernama Marion Mosque. Di masjid inilah semua muslim di bagian pinggiran Kota Adelaide shalat lima waktu dan shalat Jumat serta kegiatan keagamaan lainnya. Sungguh mengesankan. 
OLEH RAHMAT HIDAYATULLAH Guru Ruhul Islam Anak Bangsa Aceh Besar, sedang belajar Educational Psychology di Flinders University, melaporkan dari Adelaide, South Australia. (Serambi Indonesia)
SHARE :
 
Top