Loading...

Lamurionline.com--Karang Baru: Para Siswa Siswi MTsS Babussalam dan MAS Babussalam Babo dengan pakaian seragam masing-masing, putih biru dan putih abu-abu berbaris di kiri-kanan jalan menuju KUA Bandar Pusaka (Babo), sambil mengibarkan bendera Merah-Putih ukuran kecil.


Tuan rumah menyambut kedatangan H. M. Daud Pakeh, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Aceh yang akan meresmikan Kantor Urusan Agama (KUA) Bandar Pusaka dan tiga KUA lainnya (KUA Sekerak, Tenggulun dan Banda Mulia) yang dipusatkan di Babo, Kamis (12/1).

Di ujung barisan telah menunggu delapan orang Siswi MIN Babo, menyambut dengan Tarian Sekapur Sireh (Sekapur Sirih), sebagai adat budaya Tamiang dalam menyambut tamu kehormatan.

Sabutan tersebut tak lengkap bila tak diiringi berbalas pantun, untuk itu dua orang Siswa MTsS Babussalam Babo tampil kocak yang mengundang gelak tawa hadiri yang ikut menyambut kedatangan Kakanwil Kemenag Aceh beserta rombongan.

Dalam sambutannya Kakankemenag Tamiang, menyampaikan bahwam peresmian empat gedung KUA tersebut dipilih lokasinya di Babo karena Babo itu berbatasan langsung dengan Gayo Lues, Sumatera Utara dan Aceh Timur, padahal ada satu KUA yang jaraknya sangat dekat dengan Kankemenag yaitu KUA Sekerak.

Dalam kesempatan itu juga Salamina mengharapkan kepada Kakanwil Kemenag Aceh untuk memperiorotaskan MAS Babussalam Babo di jadikan Madrasah Aliyah Negeri (MAN).

Perlu kami jelaskan juga di sini bahwa pembangunan gedung keempat KUA pemekaran ini sudah dimulai sejak 2012 namun tidak selesai karena terkendala kondisi alam yang tidak mendukung sehingga pengiriman material tidak lancar dan berakibat pula pada matinya anggaran di penghujung tahun serta pelanjutan bangunannya baru bisa dilaksanakan pada pertengahan 2016.

Lebih lanjut Daud Pakeh berharap, seiring selesainya dibangun empat gedung KUA tersebut, ia berharap pelayanan terhadap masyarakat lebih ditingkatkan.

Dalam sambutannya Kakanwil Kemenag Aceh sempat juga menyinggung masalah MIS Al-Kautsar, beliau sempat singgah di sana dan meninjau kondisi Madrasah tersebut. "Saya melihat di sana dan harus menjadi perhatian kita bersamam termasuk tanggung jawab pemerintah daerah. Kami melihat satu keluarga yang mempunyai tekad untuk membangun pendidikan di negeri ini, untuk anak bangsa, ini perlu kita beri apresiasi."

Daud Pakeh juga menyampaikan kepada Pemerintah Daerah kiranya mau ikut membantu, mengingat kondisi tanah dimana Madrasah ini dibangun tepat di tepi jurang, yang apabila dibangun gedung permanen dikhawatirkan akan runtuh. [Muhammad Soffyan]
SHARE :
 
Top