LAMURIONLINE.COM | NAGAN RAYAN - Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Nagan Raya menggelar kegiatan sosial keagamaan berupa santunan anak yatim, buka puasa bersama, dan ceramah agama dalam rangkaian kegiatan Ramadhan 1447 H. Kegiatan tersebut berlangsung di Mushalla Dayah Madrasah Awwalin, Dusun Amanah, Gampong Ujong Fatihah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya, pada Rabu (25/2/2026).
Ketua panitia, Alisah Putra, SE, MM, menyampaikan, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan DDII Nagan Raya setiap bulan Ramadhan. “Kegiatan Ramadhan ini bertujuan menyambung silaturrahmi dan memperkuat ukhuwah umat. Tahun ini kita awali di Desa Ujong Fatihah, Dusun Amanah, yang ke depan insya Allah akan menjadi markaz dakwah di Nagan Raya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DDII Nagan Raya, Ustaz Samsul Bahari, S.Pd, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan, program santunan dan buka bersama ini telah berjalan selama empat tahun terakhir di bawah kepengurusan saat ini.
“Alhamdulillah, selama empat tahun ini kegiatan Ramadhan berjalan dengan baik. Saat ini kami juga sedang melakukan pembangunan markaz Dewan Dakwah, sehingga momentum silaturrahmi seperti ini menjadi sangat penting untuk memperkuat ukhuwah,” jelasnya.
Ia menambahkan, santunan anak yatim yang diberikan bersumber dari donasi para pengurus serta kaum aghniya dari umat yang disalurkan melalui DDII. Adapun kegiatan buka puasa bersama merupakan tradisi yang telah mengakar di tengah masyarakat dan menjadi sarana mempererat hubungan antara DDII dan masyarakat.
Kegiatan ini juga diisi dengan tausiah menjelang berbuka puasa yang disampaikan oleh Tgk. Suhaimi, M.Ag, Wakil Ketua PC NU Nagan Raya. Dalam tausiahnya, ia mengajak umat Islam menjadikan puasa sebagai momentum menahan diri dari segala bentuk kemungkaran, memperbanyak sedekah, dan amal kebajikan.
“Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perbuatan maksiat dan meningkatkan kepedulian sosial,” pesannya.
Usai tausiah, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama masyarakat. Menu berbuka yang disiapkan secara gotong royong antara pengurus DDII dan masyarakat setempat di antaranya gulai bebek yang dimasak bersama sebagai simbol kebersamaan dan kekompakan. (Sayed M. Husen)



0 facebook:
Post a Comment