Loading...

Dr. Aslam Nur, LLM
Lamurionline.com. BANDA ACEH – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PW) Aceh menyesalkan tindakan terhadap pembakaran balai pengajian di komplek Masjid At-Taqwa Muhammadiyah, Sangso Samalanga, Kabupaten Bireuen.

Hal ini merupakan sebuah tindakan yang tidak mencerminkan adap yang santun, dimana situasi Aceh sekarang yang aman, tiba-tiba terjadi kehidupan yang dapat merusak kerukunan internal.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PW) Aceh, Dr. Aslam Nur, LLM mengungkapkan sangat menyayangkan pelaku pembakaran balai dan tiang Masjid.

"Atas nama organisasi sangat menyayangkan pelaku pembakaran ditengah kerukunan Islam saat ini,” ungkapnya, Rabu (18/10) sebagaimana rilis yang diterima Redaksi.

Dikatakannya, terkait persoalan ini, Muhammadiyah Aceh menyerahkan kepada pihak berwajib untuk menangkap dan mengadili pelakunya.

“Kita ingin Aceh damai dan tidak kisruh. Kita juga minta kepada forkompimda menyelesaikan kasus ini,” pintanya. 

Diakuinya, Ust Aslam Nur, banyak mendapat telpon dari warga Muhammadiyah untuk mengambil sebbuah tindak, namun persoalan tersebut bisa diselesaikan dengan tenang tidak perlu dengan kekerasan.

“Saya minta kepada kader dan warga untuk tenang tidak perlu dibalas dengan kekerasan,” pintanya.

Menurutnya, sebenarnya pada hari Rabu (18/10) ada agenda duduk bersama dengan PD Muhammadiyah Bireuen dengan pemkab Bireuen untuk menyelesaikan persoalan pembangunan Masjid Muhammadiyah di Biruen tersebut. (Smh)
SHARE :
 
Top