Adv

Adv

Dok. IST
LAMURIONLINE.COM | BANDA ACEH - Komunitas Pemuda Bersatu Pengawal Bangsa Provinsi Aceh melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion dengan tema"Narkoba dan Pengaruhnya terhadap Ekonomi".

Kegiatan diikuti oleh 30 orang peserta terdiri dari para Ketua Ormas, Organisasi mahasiswa, unsur LSM, Organisasi/Komunitas Anti Narkoba dan Tokoh Masyarakat lainnya yang berlangsung di Aula Zakir Kupi Lampriet Banda Aceh, Kamis (06/12).

Turut hadir sebagai narasumber, Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banda Aceh, Hasnanda Putra ST MT, Praktisi Ekonomi/Kalangan Perbankan, Saifullah SE dan Kasi Keswa dan Napza Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Rina Arlini SKM MKes.

Koordinator Komunitas Pemuda Bersatu Provinsi Aceh, Boihaqqi Muchdijah dalam sambutannya mengatakan, inisiatif gerakan dan diskusi ini berawal dari keprihatinan terhadap kondisi masyarakat Aceh terutama generasi muda yang mudah dipengaruhi  oleh lingkungan buruk salah satunya adalah napza.

Ketua BNN Banda Aceh, Hasnanda Putra dalam paparan materinya mengatakan, peredaran dan penyalahgunaan narkoba merupakan sebuah fenomena global yang sangat menakutkan dan membahayakan bagi bangsa dan Negara karena dapat menyebabkan rusaknya moral bangsa.

Dampak buruk penyalahgunaan narkoba ini, menurut Hasnanda sudah menyentuh hampir ke seluruh lapisan masyarakat, golongan, bahkan telah merambah ke sekolah-sekolah baik SD, SLTP, SLTA dan juga di perguruan tinggi.

"Di negara kita, masalah merebaknya penyalahgunaan narkoba semakin lama semakin meningkat dan usaha untuk mengatasinya pun  merupakan langkah yang tidak mudah untuk dilaksanakan" kata Hasnanda

Jika kondisi ini terus berlanjut dan dibiarkan begitu saja tambah Hasnanda, maka akan mengakibatkan menurunnya kualitas generasi muda yang berarti akan mengurangi asset bangsa.

Karena itu, tambahnya lagi, pemerintah melalui pihaknya sangat memberikan perhatian terhadap permasalahan tersebut.

Dari sisi dampak penyalahgunaan narkoba terhadap ekonomi, Praktisi Ekonomi, Saifullah, SE dalam paparan materinya menjelaskan bahwa dampak narkoba ini membuat efek negatif antara lain terjadi pergeseran dana yang digunakan untuk belanja narkoba keluar Aceh secara masif dan terus-menerus, pada menurunnya produktivitas kerja atau output masyarakat dan menurunnya daya beli masyarakat, khususnya generasi muda, serta menurunnya kemampuan daya saing kaum muda dan lemahnya generasi muda yang terpapar narkoba dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin global terutama menghadapi tuntutan kreativitas dan inovasi dalam kondisi revolusi industri  4.0 saat ini.


Pemuda yang seharusnya menjadi tenaga kerja atau tulang punggung ekonomi keluarga tambah Saifullah, justru dirusak oleh narkoba sehingga menjadi beban ekonomi bagi keluarganya.

Sementara dari sisi kesehatan Rina Arlini SKM MKes menyampaikan bahwa dampak negatif yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan Napza secara umum dapat mengganggu kesehatan.

Zat yang ditimbulkan bermacam macam tergantung dari zat yang dipakai, narkotika memberi efek menenangkan,sementara ectasy menimbulkan rasa  senang. Semua jenis napza dapat berpengaruh pada kerja otak sehingga merubah suasana perasaan. 

Kerja otak dipacu sehingga menyebabkan tidak bisa tidur, gelisah, jantung berdebar cepat dan tekanan darah meningkat. narkoba juga menyebabkan halusinasi serta daya khayal tinggi. Pengguna napza sangat rentan mengalami gangguan jiwa. Efek gangguan jiwa karena napza  berbeda pada masing masing individu seperti mudah cemas, menyendiri, depresi, halusinasi, marah marah, hingga mengamuk.

Oleh karena demikian, diakhir diskusi, Boihaqqi mengajak semua unsur ormas, LSM, komunitas, tokoh masyatakat yang hadir untuk membangun kemitraan dan sinergitas dalam memerangi narkoba, guna menyelamatkan generasi penerus bangsa dari pengaruh dan ancaman yang membahayakan tersebut. [smh]
SHARE :
 
Top