Loading...

Oleh Sayed Muhammad Husen

Ramadhan adalah bulan berbagi. Bulan meningkatkan sedekah. Berbagi dan bersedekah dilakukan Rasulullah Saw dalam bulan Ramadhan dengan jumlah dan kualitas yang berlipat ganda dibandingkan sebelumnya. Kita sebagai pengikut Rasulullah Saw hendaknya melakukan hal serupa pada bulan suci ini.

Kita menyaksikan peningkatan aktivitas kepedulian masyarakat muslim lokal, nasional bahkan tingkat internasional sepanjang bulan Ramadhan. Hal ini tentu saja didukung oleh dakwah dan motivasi yang lebih intensif diberikan oleh muballigh/da’i. Dakwah Islamiah yang mengiringi shalat tarawih, shalat shubuh atau kajian Islam lainnya telah memberi muatan yang memadai tentang semangat berbagi, bersedekah dan kepedulian sesama muslim.

Semangat berbagi pada Ramadhan tentu saja diperkuat dengan iklim yang kondusif untuk mempraktikkan/mengamalkan dakwah Islamiah tentang sedekah. Berbeda halnya dengan di luar Ramadhan, yang cenderung pengalaman ajaran-ajaran Islam lebih lebih minim dibandingkan pengetahuan yang diperoleh melalui pengajian, khutbah atau dakwah Islamiah. Mengapa demikian?

Pertama, pada bulan Ramadhan banyak muballigh/da’i yang menjadikan sedekah, zakat dan wakaf sebagai tema dakwah/ceramah. Ada juga yang mengajak berdonasi sebagai bentuk solidaritas dan keprihatinan terhadap kehidupan fakir miskin, anak yatim dan dunia Islam yang masih tertindas. Hal serupa jarang dilakukan di luar bulan Ramadhan.

Kedua, adanya cita-cita dan tekad kaum muslim untuk mencapai derajat taqwa pada akhir Ramadhan. Ketaqwaan ini tentu saja akan lebih mungkin dicapai dengan menyempurnakan ibadah yang bersifat individual dan ibadah sosial. Dalam konteks ini, berbagi, sedekah dan bentuk-bentuk kepedulian lainnya diyakini sebagai ibadah sosial yang mendekatkan seseorang kepada taqwa.

Karena itu, kita menyaksikan antusiasme masyarakat muslim melakukan berbagai bentuk aktivitas berbagi seperti berbagi makanan berbuka, buka pusa bersama, santunan anak yatim, pembagian sembako, hinga penggalangan dana solidaritas untuk negara Islam. Maka, kita berharap, semangat berbagai yang telah mentradisi ini dapat terus berlangsung sepanjang tahun. Hal ini akan terwujud jika disertai dengan dakwah, khutbah dan pengajian-pengajian tentang spirit berbagi, pentingnya sedekah dan keharusan peduli sesama muslim.

Sumber: Gema Baiturrahman, 24 Mei 2019
SHARE :
 
Top