Loading...

dok. aceh.kemenag.go.id
LAMURIONLINE.COM I DARUL IMARAH - Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (K2MA) Kabupaten Aceh Besar gelar pelatihan pembuatan soal HOTS. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari (14-16 Oktober 2019), diikuti 50 orang peserta tergabung dalam forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang dilaksanakan di Aula MAS RIAB, Senin (14/10). 

Kegiatan pelatihan pembuatan soal HOTS dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Aceh Besar yang  diwakili Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Suryadi SAg. Kegiatan ini juga menghadirkan pemateri dari Jakarta dalam membimbing para guru membuat soal. 

Kasi Penmad Suryadi SAg melalui rilisnya di media Lamuri Online menjelaskan selama ini guru hanya melakukan bagaimana proses belajar mengajar yang baik, padahal ada satu tugas utama lagi yang penting dan melekat total pada guru adalah penilaian atau evaluasi. Selama ini, sebutnya guru hanya diberikan ilmu pengetahuan bagaimana mengajar, membimbing, menurunkan ilmu, serta bagaimana sianak mandapatkan ilmu. 

Padahal, lanjut Suryadi untuk mengetahui apa yang telah kita kerjakan itu kita harus melakukan evaluasi yang benar.

"Evaluasinya benar, cara menilainya benar, soal yang diberikan benar maka kita akan tahu apa yang telah kita ajarkan, kita bimbingkan mampu diterima dan ditelaah oleh sianak. Tapi apabila penilaian itu salah jalur, maka kita tidak mendapatkan bukti kalau bimbingan telah dilakukan dan betul" ucap Suryadi. 

Suryadi mengucapkan terimakasih kepada K2MA Aceh Besar yang telah mengadakan pelatihan bimbingan guru membuat soal sebagai alat evaluasi yang benar dan berstandar. Soal tersebut diserahkan kepada K2MA Provinsi Aceh untuk dijadikan soal bersama pada ujian semester ganjil yang dijadwalkan pada 25 November 2019.

Ia juga berharap kepada kepala madrasah agar pada evaluasi semester ini dapat memasukkan soal HOTS walaupun tidak sepunuhnya soal berbentuk HOTS.  Suryadi juga menambahkan semua madrasah pada evaluasi semester ini dapat menggunakan komputerisasi dan online,  hal itu sebagaimana amanah kanwil kementerian agama Provinsi Aceh saat launching aplikasi ujian semester berbasis online.

"Pada jenjang Madrasah Aliyah (MA) kita sudah melaksanakan ujian berbasis online pada semester lalu, di semester ini kita akan upayakan semua jenjang dapat melaksanakan ujian berbasis online, dimulai dari kelas 5 dan 6 jenjang MI, kelas 7,8 dan 9 jenjang MTs.   Kendala hanya kurangnya sarana dan prasana madrasah yang perlu dilengkapi dan dikaji strategi yang dapat menutupi kekurangan tersebut" jelasnya. 

Kondisi sekarang, sebutnya lagi di setiap madrasah hanya memiliki komputer dengan jumlah terbatas, keadaan ini perlu disiasati apakah dengan penambahan kumputer baru, dan tekhnik pelaksanaan ujian yang tidak serentak pada setiap jenjang sehingga proses evaluasi dapat berjalan secara berbarengan.

Hadir pada acara pembukaan kegiatan pelatihan tersebut, Ketua K2MA Provinsi Aceh Hj Nuranifah, SAg, Ketua K2MA Aceh Besar Jawahir SPdI, Sucipto (pemateri) dan seluruh kepala Madrasah Aliyah kabupaten Aceh Besar. (red)
SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top