Loading...

dok. Humas Pemkab Aceh Besar
LAMURIONLINE.COM | INGIN JAYA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar melalui Dinas Pendidikan Dayah menggelar lomba baca kitab kuning (Musabaqah Qiraatil Kutub) ke-2 tingkat kabupaten Aceh Besar di komplek Masjid Babussalam, Kemukiman Lamteungoh, Kecamatan Ingin Jaya, Selasa (15/10). 

Kegiatan yang dibuka Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali itu turut dihadiri Sekdakab Aceh Besar Drs Iskandar MSi, Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRK, para kepala OPD, unsur Dinas Pendidikan Dayah Provinsi Aceh, camat, para santri, dan tokoh-tokoh masyarakat.

Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali menyatakan, kegiatan itu sebagai ajang meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan kitab kuning agar menjadi momentum kebangkitan guna menjadikan umat Islam yang berilmu dan juga semakin memperteguh keimanan kepada Allah SWT.

Untuk itu, Bupati Aceh Besar juga mengharapkan agar melalui kegiatan itu dapat meningkatkan minat mengkaji kitab kuning secara lebih luas, sehingga dapat melahirkan generasi yang intelek dan mampu merespon perkembangan zaman. 

"Ini adalah momentum kebangkitan dalam menjadikan umat islam masa yang akan datang, sebagai masyarakat berilmu menjadi tafaqquh fiddin yang mampu memperteguh keimanan kita kepada Allah SWT," ujarnya.

Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali melantik dewan hakim Musabaqah Qiraatil Kutub ke-2 di komplek Masjid Babussalam, Kemukiman Lamteungoh, Kecamatan Ingin Jaya, Selasa (15/10/2019)





Pada kesempatan itu, Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali juga berharap, pada Musabaqah Qiraatul Kutub tingkat provinsi nanti, Aceh Besar bisa membawa pulang juara umum. 

"Kita sudah mendapat juara umum pada beberapa event tingkat privinsi, PORA, Popda, Pentas PAI, dan baru baru ini kita juara umum MTQ 34, maka itu saya berharap Aceh Besar bisa menambah satu piala lagi yaitu juara umum MQK provinsi nantinya," pungkas Mawardi Ali.

Kadis Pendidikan Dayah Aceh yang diwakili Kepala UPTD Dayah Perbatasan MUQ Pagar Air, Sahlan M. Diah, mengatakan, bahwa keberadaan MQK ini merupakan sebuah warisan yang paling bernilai untuk umat masa depan.

"Mempertahankan keberadaan ini (Lomba Baca Kitab Kuning) sama dengan mempertahankan Aceh di masa depan," tuturnya.

Kadis Pendidikan Dayah Aceh Besar, Adi Darma SPd MPd menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional tahun 2019. 

"Tema yang kita usung adalah Santri Malem Meuadab Aceh Besar Hebat Bermartabat," ujarnya.

Ia menambahkan, Musabaqah Qiraatil Kutub tersebut diikuti 169 santri yang terdiri dari 109 santri putra, 60 orang putri, juga 19 orang official masing-masing dari berbagai dayah. Adapun cabang yang diperlombakan antara lain meliputi bidang fiqih, usul fiqih, hadist, tafsir, tauhid, nahu, tarikh, pidato bahasa Arab dan bahasa Inggris. (mariadi)
SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top