Loading...


dok. smh
LAMURIONLINE.COM I BANDA ACEH | Pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Aceh, Sayed Muhammad Husain, Jumat (17/01) siang memantau perkembangan pembelian tanah dengan wakaf untuk gedung iqra Meuligoe Al Quran yang berlokasi di Gampong Deah Raya Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh. Turut mendampingi Ketua MPD BKPRMI Kota Banda Aceh, T Adriansyah dan Sekretaris Umum BKPRMI Kota Banda, Wahyu Rizki, MI Kom serta Ketua Yayasan Wakaf Meuligoe Al Quran, Tgk Ridha Yunawardi. 

Dalam pantauan BWI Aceh, progres wakaf baru yang digerakkan oleh BKPRMI Kota Banda melalui Meuligoe Al Quran cukup bagus dan strategis. Ia berharap, agar pengurus BKPRMI Kota Banda Aceh segera mengurus legalitas administrasi wakaf ada kepercayaan umat kian tumbuh. 

"Wakaf ini utuh. Tidak ada yang dapat dialihkan selain maksud wakaf berupa gedung iqra Meuligoe Al Quran," sebut Sayed disela-sela aktivitas sebagai staf Baitul Mal Aceh.

Sementara itu, Nadzir Wakaf, Tgk Ridha Yunawardi ke awak media menyebutkan bahwa tanah wakaf ini rencana awal untuk 1000 meter. Namun dalam perkembangannya baru mampu 500 meter yang digali dari donasi umat dengan cara wakaf. 

"Setiap meternya, umat Islam mewakafkan harta untuk pembelian tanah senilai lima ratus ribu rupiah. Ada yang ambil dua, hingga sepuluh meter, semua kita terima dalam transfer via Bank," jelas Tgk Ridha. (smh/rel)
SHARE :
 
Top