Loading...

Sekretaris Badan Diklat dan Litbang Kementerian Agama Republik Indonesia Prof. Dr. Mohd Isom, M.Ag mengunjungi Balai Diklat Keagamaan (BDK) Provinsi Aceh, Jln. Syiah Kuala, Kec. Kuta Alam, Banda Aceh, Senin (30/12/2019). Kehadirannya itu disambut langsung oleh Kepala BDK Aceh H. Soni Sofian, SE, M.Pd, para pejabat BDK Aceh, Widyaiswara, ASN dan NPASN. dok. IST
LAMURIONLINE.COM | BANDA ACEH -Sekretaris Badan Diklat dan Litbang Kementerian Agama Republik Indonesia Prof. Dr. Mohd Isom, M.Ag mengunjungi Balai Diklat Keagamaan (BDK) Provinsi Aceh, Jln. Syiah Kuala, Kec. Kuta Alam, Banda Aceh, Senin (30/12). Kehadirannya itu disambut langsung oleh Kepala BDK Aceh H. Soni Sofian, SE, M.Pd, para pejabat BDK Aceh, Widyaiswara, ASN dan NPASN. 

Dalam pertemuan dan dialog di aula BDK Aceh itu, Ishom menjelaskan dan menyampaikan pembahasan tentang penghapusan atau penyederhanaan pejabat esalon 3 dan 4 dalam lingkungan Kementerian Agama. 

“Berkaitan dengan penyederhanaan esalon tersebut saat ini sedang dibahas dan dibicarakan dengan sangat serius di pusat. Besar kemungkinan dalam waktu dekat akan segera direalisasikan dan diberitahukan ke seluruh jajaran Kementerian Agama di seluruh wilayah Indonesia,” kata Prof Isom.

Dalam kesempatan tersebut ia juga mengajak Widyaiswara BDK Aceh untuk terus meningkatkan kompetensinya dan pendidikannya. Jika saat ini sudah menyelesaikan S-2, maka berusahalah ke depan untuk melanjutkan pendidikan ke program doktor. 

Hal itu dikarenakan tidak tertutup kemungkinan, ada peserta diklat yang justru telah menyelesaikan program doktor, sehingga Widyaiswara kalah kompetensi dengan peserta diklat. 

“Widyaiswara harus berani out of the box untuk meningkatkan kemampuannya dan jangan  berfikir hanya sampai pada ranah perebutan jam mengajar untuk memperbanyak KJM. Sehingga WI itu kurang update dengan ilmu pengetahuan atau bahkan kalah dengan peserta diklat yang tamatan luar negeri,” kata Prof Isom. 

Isom menambahkan untuk widyaiswara yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang doktor, agar bisa dilakukan program kusus untuk WI melalui kerja sama dengan Pasca UIN Ar-Raniry dan Unsyiah.

Sementara itu Kepala BDK Aceh H. Soni Sofian, SE, M.Pd dalam pertemuan itu menyampaikan harapan agar pembangunan gedung BDK Aceh dijadikan program serius dalam mewujudkan pembangunannya. 

“pembangunan gedung BDK sudah sangat mendesak dan kita berharap akan segera direalisasikan. Saat ini masih memakai gedung pinkam pakai” kata Soni Sofian.

Menanggapi hal yang disampaikan Kepala BDK Aceh, terkait dengan pembangunan gedung baru, Ishom berjanji akan menyampaikan kepada Menteri Agama agar gedung BDK Aceh yang akan dibangun di Samahani akan menjadi perioritas kusus Menteri Agama mulai tahun 2020. Sehingga ASN Kemenag di Aceh akan menikmati gedung sendiri dan bukan lagi gedung pinjam pakai seperti selama ini. (murdani/rel)
SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top