Loading...

Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Z Arifin Lubis berbincang-bincang dengan pengrajin tenun di Gampong Siem, Kecamatan Darussalam, Senin (10/2/2020). Foto. Humas Pemkab Aceh Besar
LAMURIONLINE.COM I DARUSSALAM - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Z Arifin Lubis didampingi Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali, dan Plt Ketua Dekranas Provinsi Aceh Hj Dyah Erti Idawati menyerahkan sarana dan prasarana produksi serta membuka pelatihan dasar menenun di Gampong Siem, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Senin (10/2).

Hadir dalam kesempatan tersebut, unsur DPRK Aceh Besar, pejabat OPD terkait dari Provinsi Aceh, Aceh Besar, Kabag Humas dan Protokol Setdakab Aceh Besar Muhajir SSTP MPA, Muspika Darussalam, pengurus Dekranasda, para pengrajin tenun, dan tokoh-tokoh masyarakat.

Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali mengemukakan, kegiatan menenun sejak lama sudah tumbuh dan berkembang di sejumlah gampong di Aceh Besar. Ke depan, ia berharap usaha tenun bisa lebih fokus dalam upaya memberdayakan ekonomi masyarakat dan pengrajin tenun.

Pada era tahun 80-an, jelas Mawardi, di Gampong Siem sudah dikenal seorang pengrajin kreatif yaitu Maryamun atau dikenal dengan panggilan Nyak Mu. Bahkan, produksi tenunnya dipasarkan dan dikenal hingga ke luar negeri. Atas jasa dan dedikasi Nyak Mu, Presiden Republik Indonesia menyerahkan penghargaan Upakarti pada tahun 1991. 

"Keuletan dan kreatifitas Nyak Mu ini harus kita lanjutkan dan kembangkan lagi. Sebab, di Aceh Besar sangat banyak pengrajin tenun gigih dan ulet, seperti di Gampong Siem, Krueng Kalee, Miruk Taman, dan berbagai gampong lainnya," ungkap Mawardi Ali.

Untuk itu, Pemkab Aceh Besar akan terus serius untuk memajukan usaha tenun yang digemari banyak masyarakat, terutama kaum wanita guna meningkatkan produksi dan peningkatan ekonomi keluarganya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Z Arifin Lubis menjelaskan, bantuan tersebut diharapkan dapat semakin memotivasi pengrajin tenun di Aceh Besar untuk berkarya dan selalu memberikan kontribusi positif untuk kemajuan daerah.

Ia menambahkan, berdasarkan hasil penelitian KPJU, Aceh memiliki beberapa industri kreatif unggulan, seperti kain bordir, tas bordir, kuliner, dan sebagainya. Potensi industri kreatif di Aceh masih sangat besar untuk dikembangkan agar menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Aceh di masa depan.

Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Z Arifin Lubis dan Plt Ketua Dekranas Aceh Hj Dyah Erti idawati menyerahkan bantuan kepada pengrajin tenun di Gampong Siem, Kecamatan Darussalam, Senin (10/2/2020)
Untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang sustain, ia terangkan, diperlukan keseimbangan dan peningkatan kontribusi masing-masing sektor. Peningkatan tersebut dapat diwujudkan melalui pengembangan sumber daya ekonomi potensial baru seperti industri kreatif, jasa pariwisata dan industri pengolahan. Khusus pada industri kreatif, saat ini mendapatkan perhatian yang sangat serius.

Sementara itu, Plt Ketua Dekranas Aceh, Hj Dyah Erti Idawati mengatakan, tenun merupakan warisan budaya Aceh yang harus terus dikembangkan sehingga dapat eksis sepanjang masa. Oleh karena itu, para bupati dan walikota di Aceh diharapkan membantu dan mendukung kemajuan pengrajin tenun Aceh. 



Melalui pelatihan tersebut, pengrajin juga diminta mengikutinya secara serius serta sungguh-sungguh, agar memperoleh ilmu yang lebih mantap dan sempurna untuk mengembangkan usaha tenun yang mereka geluti.

Salah seorang pengrajin tenun, Nurmawati mengaku sangat bahagia atas bantuan dan kepedulian Pemkab Aceh Besar dan Bank Indonesia yang peduli serta membantu pengembangan usaha menenun di wilayah tersebut. Diakuinya, sejak tahun 80-an, pengrajin tenun Nyak Mu telah sangat tersohor nama dan produksi tenunnya hingga ke berbagai negara. 

"Bantuan dan pelatihan tenun ini tentu saja sangat bermanfaat bagi masyarakat yang menyukai usaha produksi tenun," ujarnya. (mariadi/rel)
SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top