Loading...

Oleh Reza Hendra Putra
(Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh)

Sampai sejauh ini sudah ada 55 orang meninggal di negeri ini dan itu lebih jika dihitung bukan karena virus Covid-19 saja. Pertanyaannya sejauh mana indonesia, terutama Aceh yang mengaku punya keistimewaannya sendiri akan kesiapan dalam menghadapi hal ini.

Bukan negeriku kalau tidak ada pemeran antagonisnya, banyak yang memanfaatkan momen ini untuk mencari keuntungan pribadinya, semisal penimbunan barang dan berita hoaks, efeknya sekarang masker langka, kepanikan publik, dan kebutuhan lainnya.

Bahkan di sosmed pun Omnibus Law mengalahkan covid-19, tanda tanya besar apa yang terjadi di negeri ini, mudah-mudahan wakil-wakil rakyat kita tidak demikian, tidak mengambil kesempatan dalam mengesahkan RUU ini di dalam kegentingan negeriku

Rupiah terus memburuk begitu juga negeri ini, belum lagi berbicara persoalan rumah sakit kekurangan fasilitas dan berbagai permasalahan lainnya, begitu juga dengan dunia pendidikan keluhan akan sistem belajar daring (online), aktivitas mahasiswa, UN, KKN dan lain-lain. Pertanyaannya apakah sejauh ini sudah efektif dan efisien dalam pelaksanaanya?

Presiden, Gubernur, bahkan hingga Rektor pun sudah mencoba dengan surat edarannya masing-masing demi pencegahan virus covid-19 tapi seolah virus ini tidak mendengarkan surat himbauan, semoga himbauan tersebut tidak hanya tinta diatas kertas dan semoga juga kedunguan kita tidak makin bertambah.

Belum lagi berbicara perilaku diri kita hari ini yang masih menggangap kita kuat bahkan kebal akan virus covid-19. Apakah China, Italia tidak cukup menjadi contoh, apakah perlu menguji ke tubuh kita masing-masing agar kita tahu bagaimana mengerikannya virus tersebut ataukah karena sudah terlalu biasa menghadapi hal-hal mengerikan di negeri ini sehingga virus ini tidak lagi menakutkan.

Dua minggu lebih virus ini bertamu di Indonesia, padahal sudah jelas dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Bukhori bahwa adab bertamu itu tidak boleh lebih dari 3 hari, memang virus ini tidak punya adab, atau mungkin pemerintah yang belum begitu maksimal dalam mengurus rakyatnya. Patut dipertanyakan ketegasan pemerintah dalam hal ini.

Terlepas daripada itu semua ayo kita bangkit, mari kita seluruh mahasiswa, dan rakyat bersatu untuk membantu negeri ini menghadapi ratusan persoalan yang terjadi. Covid-19 hanya menjadi salah satu diantara angka tersebut, mari lawan berbagai ketimpangan, mari lawan hoaks, dan tentunya mari kita lawan Covid-19 demi negeri yang lebih baik kedepan.

Penulis merupakan Mahasiswa Prodi Hukum Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry dan Presma UIN Ar Raniry Banda Aceh
SHARE :
 
Top