Loading...

Oleh: Dr Muslim Zainuddin MSI
Direktur Pusat Kajian Pendidikan dan Masyarakat

#refleksi Hari Anak Nasional ditengah Pandemi#

Musa (nama samaran) merupakan salah seorang anak yang benar-benar merasakan manfaat dengan hadirnya Pusat Layanan Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PKSAI) di Lhokseumawe. Nasib hidup yang dihadapinya sangat kompleks. 

Pada usianya yang masih sangat belia, 9 tahun, ia menghadapi perlakuan yang tidak pantas oleh orangtuanya. Musa dieksploitasi orangtuanya, meminta sedekah di jalan raya, apabila tidak menuruti dianaiya sedemikian rupa dan bahkan dirantai dan disiksa. Sekolahnya sudah putus sejak ia kelas 2 (dua) SD. Rasa trauma dan ketakutan terus menghantui hari-harinya.

 Penderitaan yang dialaminya memang sangat kompleks, berbeda dengan teman-teman yang se-usia dengannya yang masih dapat bermanja dan bersuka ria bersama orangtuanya.
Kasusnya menjadi booming dan viral ketika babinsa yang bertugas di Gampong (Desa) mengetahui perlakuan yang dilakukan oleh orangtuanya. Informasi tersebut dapat diakses secara cepat oleh seluruh masyarakat Indonesia, tidak hanya melalui media cetak dan televisi, di media online informasi tentang anak yang dirantai oleh orangtuanya itu bertebaran di mana-mana. 

Respon cepat pun diberikan oleh seluruh elemen masyarakat dan pemerintah setempat. Semua memberikan bantuan dan memfasilitasi agar anak yang bernasib malang tersebut dapat menikmati angin segar dari perlakuan yang tidak manusiawi.
PKSAI Mengintegrasikan Layanan
PKSAI sebagai lembaga yang dilaunching oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe pada tanggal 30 Januari 2020 menjadi aktor utama dalam memfasilitasi dan memberikan layanan yang maksimal bagi Musa.

 Lembaga-lembaga layanan yang tergabung dalam PKSAI sesuai SK Walikota Lhokseumawe Nomor 421 Tahun 2018 turut aktif dan mengintegrasikan layanan agar kebutuhan dasar dan hak-hak anak terpenuhi. Lembaga tersebut melaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing guna memastikan hak-hak yang seharusnya diperoleh Marwan terealisasikan.

PKSAI BERDEDIKASI BAGI ANAK NEGERI
Pusat Kajian Pendidikan dan Masyarakat (PKPM) Aceh.

Pekerja sosial sebagai leading sektor PKSAI turut berkontribusi aktif dalam mengakses layanan. Setidaknya ada 4 layanan yang diperoleh langsung oleh Musa dari lembaga yang terlibat dalam PKSAI pasca persoalan yang dihadapinya diketahui oleh masyarakat luas.

Pertama, di bidang hukum, Musa sebagai korban penganiayaan didampingi oleh Pekerja Sosial dalam setiap tahap proses hukum sejak di tingkat Kepolisian sampai ke tingkat pengadilan. Bahkan saat ini orangtuanya diputus dengan hukuman 5 tahun penjara. 

Kedua, bidang kesehatan, Dinas sosial bersama Dinas Kesehatan turut menjemput bola menangani masalah kesehatan yang sedang dialami oleh Musa dari pemeriksaan hingga pemulihan terhadap anak. 

Ketiga, Trauma healing, untuk menyembuhkan rasa trauma dan ketakutan yang dirasakan oleh Musa, pekerja sosial merujuk ke psikolog dan konselor handal dalam hal ini dari lembaga P2TP2A, LRSAMPK Darussaadah, dan konselor dari Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).

Keempat, pendidikan, masalah pendidikan Musa yang sebelumnya putus sekolah sejak kelas 2 (dua) dapat diatasi oleh Dinas Pendidikan Kota Lhokseumawe. Kini ia terdaftar sebagai murid di SD Al Quran Ar-Raudah Lhokseumawe.

Disamping keempat manfaat tersebut diatas, PKSAI juga menyambungkan akses layanan lainnya untuk ibu serta kedua saudara Musa yang juga memerlukan layanan, seperti konseling dan penguatan untuk ibu Musa, masalah gizi buruk yang dialami adiknya serta masalah pengasuhan lanjutan. Sama seperti Musa, kakaknya yang bernama Hafni yang sebelumnya putus sekolah saat duduk di kelas 6 (enam) SD saat ini pun telah dapat kembali menikmati bangku sekolah di SMP Al Quran Ar-Raudah Kota Lhokseumawe.

Ini semua tentunya tidak bisa lepas dari koordinasi dan kerja keras PKSAI di Kota Lhokseumawe yang turut aktif memastikan dan menjamin hak-hak dasar anak negeri terpenuhi. 

Layanan menjadi cepat dan efisien diakses karena semua lembaga pemberi layanan sudah terintegrasi.

Untuk mengakses layanan silahkan menghubungi Hot Line PKSAI di NO. HP: 0822767644.
SHARE :
 
Top