Loading...

Sumber ilustrasi: republika
Sepertinya ikhtiar telah mengalahkan tawakal dan ilmu mengalahkan iman—

*^^^*
Sebagian malah menjadi tuhan-tuhan kecil yang beringas dan sok benar menyalahkan siapapun yang tidak sepemikiran. Mengaku dan merasa salah itu ternyata menjadi barang mewah — pada hati yang sombong istighfar tak juga bisa meluruhkan keangkuhan. Banyak yang lupa bahwa pengampunan adalah puncak dari segala karunia. 

Dikisahkan dalam kitab Fi Bathnil Huut: Bani Israel di azab dengan kemarau panjang. Mereka berkumpul dihadapan Musa as berharap agar berdoa bermunajat kepada Allah diringankan dari segala petaka dan musibah. 

Mereka berkumpul mendatangi Nabi Musa, mereka berkata,  _"Wahai Nabi Allah, berdoalah kepada Rabb-mu agar Dia menurunkan hujan kepada kami....!", berangkatlah Nabi Musa as bersama kaumnya menuju padang yang luas. 

*^^^*
Mulailah mereka berdoa dengan keadaan yang lusuh dan kumuh, penuh debu, haus, dan lapar...

'Yaa Tuhanku... Turunkanlah hujan kepada kami... Tebarkanlah Rahmat-Mu kepada kami, kasihilah kami demi anak-anak yang masih menyusu... Demi hewan ternak yang merumput, dan demi para orang-orang tua yang ruku' kepada-Mu ..."

Allah berfirman:'Wahai Musa bagaimana Aku akan menurunkan hujan kepada kalian sedang di antara kalian ada seorang hamba yang bermaksiat kepada-Ku sejak 40 tahun silam. Umumkanlah di hadapan manusia agar dia berdiri di hadapan kalian semua. Karena sebab dialah Aku tidak menurunkan hujan untuk kalian". 

Seorang laki-laki tertunduk kuyu teringat semua dosanya. Tapi ia tak sanggup berdiri dan mengaku. Ia menyesal karena perbuatan nya telah membuat kaumnya sengsara. dadanya sesak, hatinya gundah mulutnya terkunci rapat, hatinya mendesah .. ya raabb ampuni aku, aku bertaubat kepadamu. Air matanya menetes bersamaan itu pula awan menggumpal angin perlahan bertiup, hujan pun turun. Lebat sekali. 

*^^^*
Musa terheran dan berkata .. Ya Rabb pendosa penyebab kami sengsara belum juga mengaku tapi Engkau sudah kabulkan doa kami. 
Allah berfirman:'Wahai Musa, dia telah bertaubat dan Aku telah menerima taubatnya, karena orang itulah Aku menahan hujan kepada kalian, dan karena dia pulalah Aku menurunkan hujan ...". 

'Ya Rabb tunjukkan pendosa itu kepada kami .. ..' pinta Musa as. Allah berfirman:'Wahai Musa, Aku telah menutupi 'aibnya padahal dia bermaksiat kepada-Ku, Apakah sekarang Aku membuka 'aibnya sedangkan ia telah bertaubat dan kembali kepada-Ku?!". 

Allah menjaga rahasia. Mencintai yang bertaubat dan Menutup aibnya. Hanya Allah tiada yang lain, kepada-Nya kita berserah diri dan bermohon ampun .. .. semoga hujan kembali lebat, pohon-pohon berbuah, air mengalir deras, para istri kembali beranak .. .. musibah berganti rahmat.. 

*^^^*
Saya tak paham dengan pandemi ini, hanya melihat ada yang bermain-main dengan kuasa Tuhan — apapun alasannya. Ilmu telah menjadi berhala menafikan posisi Tuhan. Ini yang patut disesalkan.
Bukan tak percaya pada vaksin, masker, social distancing atau apapun — kita hanya butuh istighfar. Mengaku salah dan menyebut semua dosa, syukur bisa menangis meski sedikit. Seraya berharap virus segera diangkat Tuhan Pemilik Semesta  —-

@nurbaniyusuf
Komunitas Padhang Makhsyar
SHARE :
 
Top