Oleh: Juariah Anzib, S.Ag


Manusia disebut makhluk sosial, karena mereka tidak bisa hidup sendiri. Saling ketergantungan antara satu dengan yang lain disepanjang sejarah kehidupan. Di muka bumi ini, tidak ada satu orang pun manusia yang dapat menjalani kehidupan sendiri, tanpa bantuan orang lain. Siapapun dia, kapanpun, di manapun, dan dalam bentuk apapun. Maka sangat tidak wajar bila manusia angkuh dan sombong, karena pada dasarnya mereka makhluk yang lemah.

Hal ini merupakan bagian dari materi pembelajaran yang harus ditanamkan dalam jiwa peserta didik. Mereka harus memahami, agar dapat menjalani kehidupan dengan baik dan saling tolong menolong dengan sesama.

Islam tidak pernah membedakan dan melarang manusia untuk berinteraksi dengan dengan siapa saja. Bahkan, dianjurkan saling tolong menolong dan menyayangi sesama. Rasulullah SAW selalu memerhatikan sesama tanpa melihat perbedaan ras dan agama. Bila dengan non muslim saja kita dianjurkan saling peduli, apalagi dengan sesama saudara yang seiman dan seagama. Rasulullah SAW mengibaratkan persaudaraan sesama muslim ibarat sebuah bangunan kokoh yang saling menguatkan.

Saling bantu membantu, merupakan kebiasaan mulia yang sangat ditekankan dalam Islam. Dalam Al-Qur'an surat Al-Maidah ayat dua Allah SWT berfirman:  Dan tolong  menolonglah kamu dalam berbuat kebaikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksanya.

Dari ayat tersebut jelas bahwa, Allah memerintahkan kepada hambaNya untuk saling menyayangi dan tolong menolong dalam berbuat kebaikan dan taqwa. Dalam surat yang lain Allah berfirman, “Sebaik-baik hamba adalah yang paling bertaqwa diantara kamu.

Islam mengibaratkan kekuatan muslim seperti tubuh yang satu. Bila salah satu bagian tubuh terasa sakit, maka akan dirasakan oleh semua bagian tubuh lainnya. Andaikan saja tangan yang terluka, maka kaki malas melangkah, mata menangis, kepala terasa pusing, hati gelisah, jantung berdebar, mulut tidak selera makan, dan tidur tidak nyenyak.

Begitulah bayangan dalam kehidupan pribadi muslim sejati. Islam agama yang besar dan kuat. Kekuatannya disebabkan ummat yang saling peduli dengan sesama. Bila ada saudara muslim yang tertimpa kesulitan hidup, maka secara spontan semua ikut merasakan penderitaan. Rasa prihatin akan muncul tanpa diundang. Akan timbul kemarahan dan sedih bila mendengar saudara teraniaya, seperti yang terjadi di Palestina. Mereka dizalimi oleh laknatullah bangsa Israel dan menghancurkan kaum muslimin di sana.

Menyaksikan peristiwa tersebut, membuat hati kaum muslim menjadi pilu, pedih bagaikan diiris sembilu. Muslim menangis, mengutuk Israel sambil terus berdoa untuk keselamatan kaum muslimin di Palestina. Hati menjerit, namun tak punya kuasa untuk berbuat banyak. Limpahan doa dan bantuan kemanusiaan yang disalurkan dari berbagai sumber. Dengan berharap, bantuan dan pertolongan Allah semata.

Demikian juga dengan hal-hal lain, seperti menyantuni anak yatim dan fakir miskin, panti-panti asuhan, bencana alam, musibah kematian dan masih banyak lagi. Islam menganjurkan ummatNya membantu sesama dalam semua sisi kehidupan, hingga bentuk bantuan kemanusiaan digalangnya seperti zakat, infak dan sedekah. Diperuntukkan bagi yang membutuhkan sesuai katagori dan prosedur masing-masing. Sesungguhnya Islam agama yang hebat dan sempurna.

Rasulullah SAW bersabda, Barang siapa meringankan dari seorang mukmin salah satu kesulitan hidupnya di dunia, niscaya Allah akan meringankan salah satu kesusahan hidupnya pada hari akhirat. Barang siapa memberi kemudahan kepada orang yang kesulitan, niscaya Allah akan memberi kemudahan baginya di dunia dan akhirat. (HR Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah).

Penulis merupakan Koordinator Kesiswaan MIN 11 Aceh Besar

SHARE :
 
Top