lamurionline.com -- Aceh Utara : Tgk. Khaidir Ali dengan nama pena Akhul Islam El-Sawanji berhasil menulis sebuah buku berjudul Dzikir-Dzikir Cinta Rasul. Buku karya guru Dayah Raudhatul Ma'arif Cot Trueng tersebut merupakan kumpulan Dalail Khairat yang berarti kumpulan dalil-dalil yang baik dan berisi Qashidah Burdah. Buku tersebut merupakan risalah penentram jiwa, ungkapan cinta terindah untuk Allah dan Rusulullah Saw.


Penulis buku Akhul Islam El-Sawanji (kiri) menyerahkan buku kepada Hamdani Mulya pengamat buku-buku Islam.

Buku ini sebuah karya terjemahan dari kitab Dalail Khairat karya Syaikh Muhammad bin Sulaiman Al-Jazuli penulis kenamaan asal Maghribi Afrika, dipadu dengan terjemahan kitab Qashidah Burdah karya Syaikh Muhammad  bin Zaid Al-Bushairy penulis kitab masyhur kelahiran Dallas, Maroko. Kedua kitab tersebut sangat akrab dikalangan santri pesantren (dayah) di Aceh, sebuah karya yang sering dibaca di majelis zikir dan sering dilantunkan pada peringatan maulid Nabi Saw. di Aceh dan nusantara.

Buku yang ber-ISBN tersebut melengkapi khazanah buku-buku Islam dalam katalog perpustakaan nasional.

Buku karya penulis berlatar pesantren tersebut diberikan kata sambutan oleh beberapa ulama muda Aceh seperti Tgk. Dr. Safriadi, S.HI, MA, Sekretaris Umum dan Mudir Ma'had 'Aly LPI Raudhatul Ma'arif Cot Trueng dan Abi H. Zahrul Mubarrak, M.Pd. (Abi Mudi Samalanga), kemudian dari Ust. Abuya Habibie Waly Al-Khalidy, S.TH, merupakan cucu dari Abuya Muda Waly Al-Khalidy, Ulama yang paling sohor di bumi Nusantara serta sambutan dari ulama tanah Jawa Romo KH. Muhammad Anwar Manshur, pengasuh utama Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiien Lirboyo.

Penulis buku tersebut mengatakan bahwa tradisi pembacaan kitab Dalail Khairat dan Qasidhah Burdah telah melembaga dalam masyarakat Islam, baik dikalangan orang tua, para remaja dan anak kecil pun ikut terjun dalam lapangan seni pembacaan kitab ini.

"Buku ini saya tulis dan terjemahkan sebagai panduan membaca kitab Dalail Khairat, Qasidhah Burdah, dan Qasidhah Islami," ungkap Akhul Islam El-Sawanji penulis buku yang bagus itu.



Sementara itu, beberapa penulis Aceh dan pegiat literasi ikut andil memberikan komentar dalam buku tersebut. Di antaranya Hamdani Mulya penulis buku kearifan lokal Aceh, guru SMAN 1 Lhokseumawe mengatakan bahwa  buku Dzikir-Dzikir Cinta Rasul merupakan terjemahan kitab Dalail Khairat dan Qasidhah Burdah karya agung penulis dunia termasyhur yang patut dibaca oleh semua kalangan santri dayah, ulama, pelajar, mahasiswa, guru, cendekiawan muslim, dan semua orang. Buku semacam ini perlu untuk disemarakkan untuk dibaca dan dipahami kandungan dan maknanya. 

"Salut kepada penerjemah buku ini, Akhul Islam El-Sawanji yang sudah selesai menerjemahkan kitab tersebut," ungkap Hamdani Mulya dalam lembar komentar buku.

Hamdani Mulya menambahkan bahwa usaha penerjemahan kitab seperti ini perlu digiatkan untuk dilestarikan sebagai upaya pengembangan dakwah dalam bentuk buku, sehingga menambah ragam khazanah buku-buku Islam.

"Buku ini enak dibaca meresap dalam hati, sehingga dapat merasakan kelezatan shalawat kepada Rasulullah Saw," pungkas Hamdani Mulya.

Begitu juga Thayeb Loh Angen, penulis Novel Aceh 2025 ikut mengomentari buku tersebut. Thayeb mengatakan bahwa sebuah kegembiraan dunia baca di Aceh dan sekitarnya, dengan kehadiran buku Dzikir-Dzikir Cinta Rasul, semoga menjadi amal shaleh bagi penulis, penerjemah, pembaca dan siapapun yang beramal dengannya. 

Laporan : (Hamdani, S.Pd)

SHARE :
 
Top