lamurionline.com -- Kota Jantho : Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Besar, Hj Rahmah Abdullah SH, dinobatkan sebagai Bunda GenRe (generasi berencana) Kabupaten Aceh Besar dan sekaligus pelantikan pengurus Forum GenRe Aceh Besar. 

FOTO/ FOTO MC ACEH BESAR
Ketua TP PKK Aceh Besar Hj Rahmah Abdullah, SH dipasang selempang saat dinobatkan sebagai bunda GenRe Kabupaten Aceh Besar oleh perwakilan BKKBN Provinsi Aceh Muhammad Razali, SE yang dilaksanakan di Ruang pertemuan Dekranasda, Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Kamis (4/3/2021)


Prosesi penobatan dilakukan oleh Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Aceh yang diwakili Muhammad Razali, SE selaku (Bidang keluarga sejahtera dan pembangunan keluarga) di Dekranasda, Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Kamis (4/3/2021) 

Dalam sambutannya, Rahmah Abdullah yang juga istri Ir Mawardi Ali Bupati Aceh , mengatakan, GenRe sendiri adalah singkatan dari generasi berencana yang dikembangkan BKKBN dalam rangka merespon permasalahan remaja saat ini. “Program GenRe adalah program yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa dikalangan generasi muda,” tuturnya.



Dijelaskan, Rahmah, program GenRe merupakan mengedepankan pembentukan karakter pada generasi muda dan GenRe juga merupakan wadah untuk mengajarkan remaja untuk menjauhi Pernikahan Dini, Seks bebas, serta menjadikan remaja yang tangguh yang dapat berkontribusi dalam pembangunan negara ini.

“Sebenarnya program GenRe  ini tidak jauh dengan program yang ada di PKK. Seperti hal dengan program KB, itu merupakan kewajiban PKK untuk menyukseskan di desa-desa. Apalagi, saat ini masalah stunting( gagal tumbuh anak), itu menjadi PR bagi kami di PKK,” terangnya.

Ia menambahkan, tahun 2021 Aceh Besar sudah ditetapkan sebagai Lokus (lokasi Khusus) stunting dan ini betul-betul menjadi perhatian kita semua, bukan hanya di Aceh tapi secara nasional. “Karena, program stunting merupakan program nasional yang sedang digalakkan oleh presiden Jokowi," jelaskan 



Lebih lanjut, melalui GenRe Rahmah menekankan pentingnya remaja memiliki tujuan hidup baik itu impian maupun cita-cita. Kepada remaja agar senantiasa hati-hati dalam bergaul. Selain itu, para remaja juga berani untuk mengatakan tidak pada nikah dini, katakan tidak pada seks bebas karena selain dilarang agama, juga bisa merusak masa depan dan juga katakan tidak pada narkotika, psikotropika (narkoba). 

“Karena, kedepan ada banyak bahaya yang akan mengancam kehidupan para remaja, sehingga impian yang sebenarnya bisa tertahan hanya karena salah langkah, ditambah lagi dengan perkembangan teknologi yang luar biasa canggih saat ini. Jadi hati-hati," pintanya. 

Sementara itu, Kepala Dinas PP KB, PP dan PA Kabupaten Aceh Besar Taufiq SH, mengatakan, Perkembangan dunia yang kian menglobal menjadikan perubahan-perubahan besar terhadap perilaku remaja. Perubahan tersebut lebih cenderung mengarah pada kegiatan negatif dibanding positifnya. 

"Karena, kebiasaan masalah remaja yang timbul, biasanya berkaitan dengan masalah seksualitas (Hamil di luar nikah, aborsi), AIDS,  penyalahgunaan Napza dan sebagainya. Remaja dalam kondisi ini tentu saja membutuhkan penanganan serta informasi seluas-luasnya mengenai kesehatan reproduksi, pentingnya menata masa depan dengan baik lewat meninggalkan perilaku yang tidak bermanfaat dan merusak masa depan remaja itu sendiri," katanya 

Menyadari hal tersebut, BKKBN (Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional) sebagai wakil pemerintah yang bertanggung jawab untuk menjalankan program PKBR (Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja). 

"Untuk menjalankan niat mulia tersebut tentulah memerlukan strategi yang jitu, berkesinambungan serta melibatkan banyak pihak, baik dari institusi pendidikan sebagai tempat berkumpulnya aktifitas remaja serta pemerintah sebagai pendukung dan pemegang kebijakan di suatu daerah," pintanya. (Cek Man/Ril)

SHARE :
 
Top