* Ditutup Kadinsos Bahrul Jamil

FOTO/ HUMAS DINSOS ACEH BESAR
Kadis Sosial Aceh Besar Bahrul Jamil S.Sos,M.Si menutup secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) Operator Gampong Aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), di UDKP Kuta Baro, Selasa (6/4/2021).


lamurionline.com -- Kota Jantho : Kepala Dinas Sosial Aceh Besar Bahrul Jamil S.Sos,M.Si menutup secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) Operator Gampong Aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), di UDKP Kuta Baro, Selasa (6/4/2021).

Bimtek yang dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Aceh Besar, Drs Sulaimi MSi, di aula Data Gampong, Dinsos Aceh Besar, Senin 22 Maret 2021 mengusung tema mewujudkan data akurat dan bermanfaat untuk efektivitas penyelenggaraan program kesejahteraan sosial diikuti 604 operator gampong se-Kabupaten Aceh Besar.

Bahrul Jamil mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta operator gampong dan panitia dari Dinas Sosial. "Target yang akan kita peroleh sangat strategis, karena data SIKS-NG akan menjadi dasar penganggaran dan pelaksanaan berbagai program penanganan kemiskinan," ujarnya.

Bahrul mengatakan, data SIKS-NG tingkat kabupaten juga akan diserahkan ke tingkat provinsi untuk diverifikasi dan divalidasi yang selanjutnya dikirim ke pemerintah pusat. “Sebelum dikirim ke pemerintah pusat, data terlebih dahulu disahkan oleh Bupati Aceh Besar, sehingga diperoleh data yang valid, mulai dari pusat, provinsi, kabupaten hingga ke semua gampong,” katanya.

Menurut Kadis Sosial Aceh Besar ini  data yang valid merupakan unsur yang sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah. "Untuk itu, mari bersama-sama kita membangun Aceh Besar yang lebih baik dan profesional serta sungguh-sungguh demi kelancaran Program SIKS-NG,” katanya.

Sebutnya, kegiatan ini dilaksanakan secara formal dalam rangka meningkatkan kapasitas petugas verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).“Hal itu dilakukan agar data kemiskinan bisa terverifikasi dengan baik, sehingga secara otomatis, penanganan kemiskinan pun bisa dilakukan dengan baik,” katanya.

Menurut BJ sapaan akrab Kadinsos Aceh Besar ini, bahwa masalah keakuratan data tidak hanya terjadi di Aceh, namun merupakan persoalan Indonesia secara umum. Diharapkannya, dengan selesainya Bimtek ini dapat kita perbaiki data-data yang tidak sesuai dengan kondisi dilapangan atau kekinian. "Kita harapkan Tahun 2021 Aceh Besar masalah DTKS sudah harus selesai," ujarnya.

Ia menambahkan, dengan berakhirnya kegiatan ini, maka berakhir BIMTEK OPERATOR GAMPONG SIKS NG seKabupaten Aceh Besar yang telah dilaksanakan sejak tanggal 22 Maret s.d 6 April 2021 di lokasi 8 Kecamatan bagi 604 Gampong.

Ketua panitia Nuradiana S.Stp yang juga Kabid Linjamsos menjelaskan Bimtek Operator Gampong SIKS NG berlangsung 22 Maret - 6 April 2021 di delapan lokasi di kecamtan untuk 604 gampong yang ada di Aceh Besar.

Turut hadir pada penutupan Bimtek tersebut, Sekcam Kuta Baro Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin, Ahmad Suardi, SP serta sejumlah tamu undangan lainnya.(Mar/Rel)

SHARE :
 
Top