lamurionline.com -- Kota Jantho : Ketua DPRK Aceh Besar, Iskandar Ali, SPd, Msi, menyerahkan beasiswa kepada 500 mahasiswa, di halaman gedung Dekranasda, Desa Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Kamis sore (25/11/2021).

Penyerahan program bantuan beasiswa Aceh Besar Education Scholarhip (ABES) ini disaksikan Sekretaris Daerah Aceh Besar Drs Sulaimi, Msi.

Menurut Iskandar Ali, program bantuan beasiswa ABES ini sudah direncanakan sejak setahun lalu. Hal ini mengingat sudah 7 tahun tidak ada lagi program bantuan beasiswa kepada mahasiswa Aceh Besar. “Sejak terakhir masa pemerintahan Bupati Almarhum Bukhari Daud tidak ada lagi beasiswa untuk mahasiswa dan sekarang kita kembali salurkan untuk menunjang pendidikan mahasiswa,” kata Iskandar Ali.

Ia  menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota DPRK Aceh Besar yang telah bersama berjuang hingga beasiswa kepada mahasiswa Aceh Besar dapat kembali diserahkan.

“Terima kasih kepada seluruh anggota DPRK Aceh Besar yang telah menyambung aspirasi dari mahasiswa, hingga progam beasiswa ABES ini dapat diserahkan,” ucapnya.

Iskandar Ali juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, yang dapat mempertahankan program beasiswa untuk mahasiswa ditengah berbagai tantangan kondisi keuangan daerah saat ini.

“Walau jumlah beasiswa yang diserahkan kali ini tidak banyak, namun kita mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pemkab Aceh Besar yang masih dapat mempertahankan program beasiswa di tengah goncangan fiskal saat ini,”




Ia menambahkan, dari keterangan Kepala Bagian Pemkab Kesra Aceh Besar, program bantuan beasiswa Aceh Besar Education Scholarhip yang diserahkan berjumlah 1 Miliar rupiah, untuk 500 mahasiswa Aceh Besar jenjang S1, yang tersebar di 23 kecamatan.

“Sistem rekruitmen penerima beasiswa dibuka luas dengan 1000 lebih pendaftar. Setelah diseleksi, terpilih 500 penerima yang sudah menerima uang beasiswa melalui rekeningnya masing-masing,” kata Iskandar Ali yang juga Ketua DPD PAN Aceh Besar.

Iskandar Ali berharap, bantuan beasiswa ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa penerima, sebagai penunjang untuk kelancaran proses pendidikan.

“Beasiswa ini menjadi sedikit oase bagi mahasiswa ditengah kondisi pandemi Covid 19 yang melanda dalam 2 tahun terakhir,” lanjutnya.

Kedepan, sebut Iskandar Ali, program beasiswa diharapkan dapat terus berlanjut dan dipertahankan untuk tahun-tahun mendatang.

“Kita belum hitung, karena tahun ini masih masih berada dalam defisit besar. Namun program ini adalah komitmen kita, DPRK bersama Pemkab akan mencari skema terbaik agar beasiswa ini dapat terus berlanjut,” kata Iskandar Ali.

Lebih lanjut, Iskandar Ali menegaskan, Aceh Besar harus maju dalam bidang pendidikan dan tidak boleh berhenti dalam upaya mencerdaskan generasi anak-anak di seluruh kabupaten yang memiliki cakupan wilayah yang luas, hingga daerah terpencil dan pedalaman.

“Saat ini kita tersayat-sayat dengan kondisi pendidikan di Pulo Aceh, dalam permasalahan ketidak hadiran tenaga pendidik,” sebutnya.

Menurut Iskandar Ali, yang terjadi di Pulo Aceh adalah persoalan klasik, yaitu komiten untuk menjalankan tugas dari pegawai dan guru kontrak yang ada di daerah tersebut, baik tingkat SD, SMP, dan sekolah sederajat lainnya.

“Kami  sudah menyampaikan kepada Sekda Aceh Besar, jika ada guru kontrak yang tidak berkomitmen hadir untuk menjalankan tugas sebagai tenaga pendidik, maka segera diganti,” jelasnya.

Sementara jika memang tenaga pendidik kurang, kata Iskandar Ali, maka harus ditambah dengan tenaga kontrak yang merupakan putra daerah Pulo Aceh sendiri. Karena selama ini, tenaga pendidik yang mengajar ke pedalaman Pulo Aceh, bukan mayoritas penduduk setempat.

“Kesulitan akses transportasi laut dan hal lainnya, akhirnya menjadi alasan dan kendala ketidak hadiran guru untuk melaksanakan proses belajar mengajar ke Pulo Aceh,” jelasnya.

Iskandar Ali menyampaikan, saat ini banyak putra-putri Pulo Aceh yang lulusan kependidikan, baik dari PTS maupun PTN, yang dapat diangkat menjadi tenaga kontrak untuk mengajar di Pulo Aceh. Hal ini harus dapat dapat terlaksana pada tahun depan, untuk meningkatkan dan mengejar ketertinggalan mutu pendidikan di Pulo Aceh, yang dihadapkan pada tantangan pandemi Covid 19 ditambah persoalan kekurangan tenaga pendidik.

“Kami yakin, jika putra daerah diangkat menjadi tenaga kontrak akan melaksanakan proses mengajar lebih baik dan meningkatkan pendidikan yang lebih maksimal. Kita bisa membantu secara kebijakan, tapi warga Pulo Aceh juga harus berkomitmen atas kondisi masyarakat sendiri,” pungkasnya.(Cek Man/Muiz/*)

SHARE :
 
Top