Potret Prof Marwan pada kegiatan silaturrahmi dan peusijuk S3 dan mahasiswa di asrama Ippemindra  Jeulingke Banda Aceh tahun 2000

lamurionline.com -- Aceh Besar : Momentum hari Sabtu (12/3/2022) menjadi sangat istimewa bagi masyarakat Indrapuri Aceh Besar, ratusan tokoh Aceh Besar dan tokoh Aceh hadir ke Masjid Abu Indrapuri yang berlokasi di jalan Banda Aceh Medan km 25. Di antara publik figur yang hadir terdapat sosok yang menarik perhatian masyarakat bahkan mengajak untuk berswafoto dan selfie yaitu Prof DR Marwan Razali, IPU kehadirannya di dampingi oleh ibu kandung dan ibu mertua, dua perempuan yang sangat berjasa dalam hidupnya. 

Beberapa agenda penting telah di nantikan oleh masyarakat yang telah hadir dari pagi hari yaitu pelantikan pengurus Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Indrapuri (IPPEMINDRA) periode 2022-2025, Peusijuk Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) periode 2022-2026 dan peringatan isra mi'raj Nabi Muhammad SAW.


Tentu yang masih menjadi tanda tanya siapa gerangan sosok Prof Marwan, yang pada tanggal 8 maret 2022 resmi di lantik menjadi Rektor USK oleh Sekjen Kemendikbudristek RI Ir. Suharti MA Ph.D atas nama Menteri Pendidikan Kebudayaan, riset dan teknologi Nadiem Makariem MBA di Jakarta dan menjadi Rektor USK yang ke 11.

Tidak banyak yang tahu bahwa Prof Marwan yang lahir di Bireuen 24 desember 1966 merupakan "aneuk gampong" dari Indrapuri Aceh Besar. Kedua orang tuanya berasal dari Indrapuri, ayahnya dari Gampong Lampanah dan ibundanya dari Gampong Seuot, dua gampong bertetangga yang berada di kawasan alur Krueng Aceh di Kemukiman Reukih, wilayah timur Indrapuri. Sehingga tidak heran masa kecilnya seperti anak anak lainnya di habiskan dengan bermain di Krueng Aceh. Akan tetapi karena orang tuanya berstatus sebagai abdi negera, Marwan kecil sering berpindah domisili mengikuti tugas orang tua antara lain Bireuen, Meulaboh dan Banda Aceh.

Setelah menyelesaikan SMA di Banda Aceh, Marwan melanjutkan studi S1 ke Institut Teknologi Surabaya (ITS) dan tamat tahun 1990.

Tidak menunggu lama setelah menyelesaikan S1, tahun 1991 langsung mengabdi di kampus jantong hatee rakyat Aceh sebagai dosen. Memperoleh beasiswa dan  meraih Doktor (Ph.D) di bidang teknik kimia di University of Birmingham Inggris tahun 1998.





Prof Marwan Mengawali karir akademik sebagai kepala laboratorium (2004), ketua jurusan teknik kimia FT Unsyiah (2004-2008), Dekan Fakultas Teknik Unsyiah (2009-2013), Majelis  Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) 2006-2012, Ketua Komisi Pendidikan Tinggi MPD Aceh (2013-2016), Ketua LP3M/lembaga penjamin mutu Unsyiah (2015-2018), Wakil Rektor 1 bidang Akademik Unsyiah (2018-2022) dan Rektor USK (2022-2026).

Di kalangan kampus USK, Prof Marwan di kenal sebagai sosok yang taat beragama, profesional dan berintegritas sehingga banyak dosen dan anggota senat yang menginginkannya untuk memimpin USK.

Hal ini terbukti pada prosesi rapat senat USK di gedung AAC Dayan Dawood tanggal 24 januari 2022 dengan agenda pemilihan Rektor USK, Prof DR Marwan terpilih sebagai Rektor USK dengan meraih 118 suara, sedangkan calon lainnya DR Ir Mirza Irwansyah MBA 18 suara dan DR Iskandar A Gani M Hum 10 suara.


Menurut mantan Ketua IPPEMINDRA Indrapuri H Khalid Wardana SAg MSi, sosok Prof Marwan harus menjadi inspirasi untuk generasi millenial dan aneuk muda Aceh pada umumnya terutama semangat melanjutkan pendidikan dan sikapnya yang humanis, mudah akrab dan bersahaja.

Pada era tahun 1990-an terdapat 5 sosok putra Indrapuri yang melanjutkan studi ke luar negeri yaitu Prof DR Marwan (Inggris),Prof DR Mustanir (Jepang), Ir. T Alaidinsyah M.Eng (Jepang), DR Balia Ahmad M.Eng (Jepang) dan Ir Mukhtaruddin Puteh M.Eng (Jepang), dua nama terakhir telah meninggal dunia pada saat musibah tsunami tahun 2004. Lebih lanjut Khalid mengenang sosok akademisi tersebut sangat menginsparasi untuk aneuk aneuk Indrapuri agar terus berusaha dengan gigih  untuk menuntut ilmu. Pada saat dirinya menjadi ketua Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indrapuri (IPPEMINDRA) ke 5 figur tersebut di adakan prosesi peusijuk setelah menyelesaikan studi di luar negeri dan semuanya hadir untuk bersilaturrahim dan berbagi ilmu dengan para mahasiswa. Begitu juga dengan Prof Marwan terus berlanjut dengan pengurus ippemindra sampai era sekarang sehingga dapat memberi spirit  agar generasi sekarang dapat mengikuti jejak para senior.

Atas inisiatif Forum Silaturrahmi Aceh Rayeuk (FORSIAR) menggelar peusijuk Rektor Unsyiah Prof DR Marwan dihalaman Masjid Abu Indrapuri. Acara yang dikemas dengan peringatan Israk Mikraj serta Pelantikan Pengurus Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Indrapuri (IPPEMINDRA).


Mantan Rektor USK Prof. DR Samsul Rizal, Bupati Aceh Besar Ir. H Mawardi Ali dan beberapa tokoh lainnya Hj Illiza Sa'duddin Jamal (DPR RI), Thantawi Ishak (Mantan Sekda Aceh) dan Drs Malek Raden MM ikut melakukan (Peusijuk) atau prosesi adat tepung tawar sebagai simbul persaudaraan dan ukhuwah islamiah untuk kesuksesan mengemban amanah.


Prof Mustanir selaku inisiator acara dan sekretaris Forsiar dalam sambutannya mengatakan bahwa agenda hari ini sebagai bentuk penguatan silaturrahmi serta sebagai syukuran atas dilantiknya Prof Marwan sebagai Rektor USK sekaligus dikemas dengan peringatan israk mikraj serta pelantikan pengurus Ippemindra. 


Lebih lanjut Seketaris Umum FORSIAR, Prof  Dr. H. Mustanir Yahya menyampaikan FORSIAR di  bentuk untuk menyatukan pemikiran dan tempat bersilaturrahim. Sehingga forum ini bukan sekedar informasi tapi sebagai tempat silaturrahmi. 


Dia mengaku sangat senang adanya pesijuk yang masih dipertahankan masyarakat Aceh, khusunya Aceh Besar.  "Kru semangat. Semoga amanah jabatan yang diemban berakhir dengan  baik dan sampai selesai. Selain itu, amanah yang diberikan masyarakat, ikut dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT," harapnya.  


Prof. Dr. Marwan yang baru saja dilantik sebagai Rektor USK untuk Periode 2022 hingga 2026 merupakan putra Indrapuri Aceh Besar bercerita banyak hal tentang silsilah keluarganya di Aceh Besar. 


Rektor Marwan mengaku sangat bahagia atas prosesi adat yang digelar para tokoh masyarakat Aceh Besar. ” Hari ini, Kami sangat bahagia, untuk itu kita mengajak para tokoh Aceh Besar dan segenap masyarakat Aceh Besar agar terus berfikir luas dan terbuka sehingga banyak hal dapat diraih dan dicapai bersama,”

Rektor Marwan juga mengajak masyarakat agar mendukung pemerintah Aceh Besar yang telah membangun dunia Pendidikan yang secara langsung nanti akan memberikan dampak dalam pembangunan lainnya, baik SDM maupun infrastruktur yang dilakukan oleh sumber daya handal. 


Kita memohon do’a agar bisa menjalankan amanah dengan baik dalam memimpin USK. “Mohon doa agar bisa menjalankan amanah dengan baik, selain dukungan internal sangat penting didukungan juga oleh masyarakat dari eksternal,” ucap Marwan. 


Dalam ceramah singkat peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang turut memberikan tausiah oleh Ustadz Fakhruddin Lahmudin. 



Di antara sejumlah tokoh yang hadir antara lain DR Drs Safrizal ZA MSi (Dirjen bina administrasi wilayah Kemendagri), Illiza Saaduddin Djamal (DPR RI), Drs Lukman CM,  anggota DPRA Saifuddin Yahya/Pak Cek, Ansari Muhammad, Irawan Abdullah, Tezar Azwar, Akademisi Aceh Prof DR Syafii Ibrahim (Rektor Unida), Prof DR Mujiburrahman, Prof DR Hizir, Prof DR Muliana, Prof DR Gunawan, DR Syamsul Rijal M Kes, DR Silahuddin, anggota DPRK,  kepala OPD, ormas, OKP dan tokoh masyarakat lainnya. (Cek Man/Khalid)

SHARE :
 
Top