LAMURIONLINE.COM I PIDIE - Baitul Mal Gampong Kayee Jatoe (BMG-KJ) yang didukung oleh Baitul Mal Aceh (BMA) menggelar kegiatan khitanan massal gratis di Meunasah Gampong Kayee Jatoe, Mukim Teupin Raya, Kecamatan Geulumpang Tiga Kabupaten Pidie, Kamis (7/3). Kegiatan ini dibantu tim medis yang terdiri dari satu orang dokter dari RSU Teuku Chik Di Tiro Sigli, dr Marhamah, tujuh orang perawat dan delapan tenaga non medis.

Menurut Ketua BMG Kayee Jatoe, Anwar Sadat, kegiatan ini merupakan bagian upaya mendukung pemerintah dalam menerapkan pola hidup sehat dengan cara mencegah berbagai penyakit, terutama yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi. Sebab khitan bukan hanya kewajiban dalam Islam, tetapi berhubungan erat dengan kesehatan.

“Ini merupakan khitanan kedua yang dilakukan oleh BMG-KJ dengan bantuan BMA. Khitanan pertama pada Ramadhan tahun lalu dan berlangsung sukses. Tahun ini BMA membantu Rp 30,2 juta,” katanya. 

Dia menambahkan, tahun lalu hanya mengkhitan 23 anak. Mungkin karena banyak masyarakat melihat pelaksanaannya  bagus dan proses penyembuhannya cepat, maka tahun ini panitia menerima 54 anak yang hendak dikhitan. 

“Alhamdulillah dan terimakasih kepada BMA dan muzakki yang telah menanggung semua biaya kegiatan ini. Mereka adalah anak-anak dari keluarga kurang mampu, karena biaya khitan atau sunat ini tidak ditanggung oleh JKA atau BPJS,” ujar Anwar Sadat. 

Khitanan massal yang berlangsung di Lantai Dua Meunasah Kayee Jatoe ini dihadiri Anggota Badan BMA Mukhlis Sya’ya, Anggota Komisi VI DPRA Nurleilawati, anggota Badan BMK Pidie Sayed Usman dan Imran Hasan, aparatur pemerintahan Gampong Kayee Jatoe,  serta orang tua anak-anak yang dikhitan.

Dalam sambutannya,  Anggota Badan BMA Mukhlis Sya’ya, mengapresiasi kegiatan sosial yang dilakukan BMG-KJ dalam memfasilitasi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan khitanan gratis dengan dana zakat yang dikelola oleh BMA.

“BMA menyambut baik kegiatan-kegiatan yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh keluarga mustahik. Apa yang dilakukan oleh BMG ini telah memperluas cakupan manfaat dana zakat yang dikelola oleh BMA. Mudah-mudahan ini menjadi amal jariah kita  semua yang terlibat dalam kegiatan mulia itu,” katanya.  

Mukhlis mengharapkan para mustahik senantiasa berdoa,  agar para muzakki dan amil BMA diberikan kesehatan, keberkahan, kemudahan rezeki, serta dilancarkan urusan mereka oleh Allah Swt.

Sementara Anggota DPRA Fraksi Partai Golkar dari Dapil Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, Nurlelawati, menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh BMA ini. “Selaku mitra kerja BMA, kami dari Komisi VI DPRA menyambut baik kegiatan seperti ini. Masyarakat kurang mampu bisa merasakan langsung manfaat zakat yang dikelola oleh BMA, apalagi di masa-masa sulit pasca pandemi harga-harga barang merangkak naik, sehingga ibu-ibu bisa menggunakan biaya yang rencananya untuk sunat ini, bisa untuk menutupi kebutuhan keluarga,” ujarnya. 

“Semoga anak-anak yang dikhitan menjadi anak yang salih dan BMA di masa mendatang bisa melakukan kegiatan serupa di daerah-daerah lain, terutama di daerah terpencil,“ tutupnya.  

Mustafa Idris (50 tahun),  asal Gampong Meunasah Lueng Guci Reumpong, Kecamatan Peukan Baro dan Rubamah (57 tahun)  warga Gampong Barieh Kecamatan Mutiara Timur yang merupakan orang tua anak yang dikhitan menyampaikan terima kasih kepada BMA dan BMG-KJ yang telah menyelenggarakan kegiatan ini.

“Walaupun biaya khitan seorang anak hanya sekitar Rp 400-500 ribu, tapi bagi kami yang berpenghasilan sehari-hari hanya dari bertani dan menggarap ladang, dengan menanggung tiga anak, biaya tersebut sangat besar. Dengan adanya khitanan ini kami merasa terbantu sekali,” kata Rubamah.

“Kami hanya bisa berdoa, apalagi di bulan Ramadhan,  semoga Allah Swt memberikan pahala yang berlipat kepada semua pihak yang telah membantu dan memudahkan urusan kami,” tambah Mustafa Idris.

Ketua BMG Kayee Jatoe, Anwar Sadat menambahkan, antusiasme anak-anak dan orang tua terhadap kegiatan ini sangat besar.  Mereka telah hadir di lokasi khitan sejak pukul 07.00 WIB. 

Dia menjelaskan, khitanan massal dimulai pukul 08.00 WIB dengan penerima manfaat sebanyak 54 anak usia 5-12 tahun yang berasal dari berbagai gampong dalam empat kecamatan dalam Kabupaten Pidie, yaitu Gelumpang Tiga, Gelumpang Baro, Mutiara Timur, Peukan Baro, serta Kecamatan Bandar Baru Kabupaten  Pidie Jaya.

Selain melakukan khitanan, kata Anwar, anak-anak juga diberikan obat-obatan,  penjelasan tentang perawatan pasca khitan, dan  masing-masing mereka diberikan paket Ramadhan berupa kain sarung, dua botol sirup, dua kg gula pasir, serta satu liter minyak goreng.

“Pasca khitan anak-anak akan melakukan kontrol kesehatan sampai sembuh ke Klinik dr  Marhamah di pertokoan Keude Teupin Raya,” katanya.   

“Di sesi terakhir, Nurlelawati menyerahkan bantuan pribadi kepada Panitia Pembangunan Meunasah Gampong Kayee Jatoe yang sedang dalam proses pembangunan,” pungkas Anwar.*

SHARE :
 
Top