LAMURIONLINE.COM I ACEH BESAR - Forum penting yang mengkaji mutu layanan pendidikan di wilayah Aceh Besar, Sabtu (7/10) pagi digelar dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut. Acara tersebut menjadi sorotan utama dengan kehadiran sejumlah pemangku kepentingan pendidikan, termasuk kepala sekolah dasar dan menengah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, komite sekolah, serta perwakilan dari Disdikbud Aceh Besar, imum mukim, Ketua dan anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Besar, dan para akademisi.

Pada acara tersebut, diskusi utama berkaitan dengan evaluasi penerapan Program Sistem Pendidikan Terpadu (SPT) yang telah berlangsung selama enam tahun sejak peluncurannya pada tahun 2018. Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Besar, Prof Dr. Mustanir Yahya MSc, menyampaikan bahwa evaluasi SPT diperlukan untuk memastikan kualitas pendidikan yang lebih baik di Aceh Besar. Dia juga mengungkapkan kebanggaannya atas program SPT ini, yang telah menjadi contoh bagi daerah lain yang ingin meningkatkan mutu pendidikan mereka.

Sementara itu, Al Munzir, yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Aceh, mendorong semua peserta untuk berpartisipasi aktif dalam memberikan pendapat, tanggapan, dan ide-ide brilian yang dapat mendorong kemajuan pendidikan di Aceh Besar melalui SPT.

Program SPT di Aceh Besar telah berjalan selama enam tahun dan menggantikan program Sekolah Unggul sebelumnya. Program ini berangkat dari kekhawatiran pemangku kepentingan dari dekadensi moral dan akhlak di kalangan peserta didik. Program SPT ini menggabungkan kurikulum nasional dan kurikulum agama sehingga diharapkan mengurangi dekadensi moral dan akhlak selanjutnya dapat meningkatkan pemahaman agama dengan biaya pendidikan yang murah





Dr. Silahuddin, salah satu anggota MPD, menekankan pentingnya evaluasi berkala, setiap enam tahun, untuk memastikan bahwa pendidikan di daerah ini terus berkembang.

Dalam diskusi, para peserta memberikan beragam saran dan tanggapan terkait evaluasi Program SPT di Aceh Besar. Beberapa rekomendasi yang muncul antara lain, perlunya meninjau kembali status SPT yang saat ini dianggap sebagai bagian dari ekstrakurikuler agar menjadi bagian dari kurikulum inti/reguler (intrakurikuler). Selain itu, ditekankan perlunya penambahan jumlah guru yang mengajar SPT dan peningkatan mutu guru melalui pelatihan serta insentif yang lebih baik.

Peserta juga mengajak MPD dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar sebagai pemangku kepentingan utama untuk melanjutkan dan meluasnya penerapan Program SPT di semua sekolah di wilayah Aceh Besar.

Dengan berbagai saran dan kerja sama dari semua pihak yang terlibat, diharapkan bahwa evaluasi ini akan membawa perubahan positif dalam sistem pendidikan Aceh Besar, yang pada akhirnya akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi generasi penerus Aceh Besar.

SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top