lamurionline.com -- Banda Aceh -- Pusat Layanan Internasional (PLI) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan Konsulat Amerika Serikat (AS) menyelenggarakan workshop bertajuk “Kemitraan untuk Perubahan: Bagaimana Universitas Dapat Menjadi Agen Perubahan Melalui Kemitraan yang Terencana dengan Masyarakat”, yang berlangsung di Aula Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh Lantai III, Jumat (15/12/2023).

Workshop ini menghadirkan pakar pendidikan inklusif dari Brigham Young University-Idaho Amerika Serikat, yaitu R Dean Cloward PhD, sebagai pembicara utama yang membahas pengembangan pendidikan inklusif.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Ar-Raniry Prof Dr Saifullah Idris MAg, dalam sambutan sekaligus membuka acara menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada Konsulat AS atas dukungan dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para guru pendidikan inklusif yang turut hadir.


"Kehadiran guru-guru pendidikan inklusif dari seluruh penjuru Aceh untuk mengikuti workshop ini sangat berharga bagi kami di UIN Ar-Raniry. Semoga ke depan, program pendidikan inklusif dapat diimplementasikan di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry," ujar Prof Saifullah.

Lebih lanjut, Prof Saifullah berharap, agar melalui kolaborasi antara UIN Ar-Raniry dan Konsulat AS, kegiatan yang lebih substansial untuk kemajuan pendidikan inklusif di Aceh dapat terlaksana.

"Kami berharap kolaborasi tidak hanya berlangsung hari ini, melainkan dapat memberikan dampak positif melalui kegiatan yang lebih substansial dan berprioritas, terutama bagi guru-guru di Aceh yang menangani pendidikan inklusif," harapnya.

Di sisi lain, Pejabat Konsul Amerika Serikat untuk Sumatera Bernard C. Uadan, menyatakan salah satu prioritas Konsulat AS adalah untuk memajukan pendidikan inklusif di Indonesia.


"Saya sangat senang berada di sini untuk mengumumkan bahwa salah satu prioritas kami dalam meningkatkan akses untuk semua orang adalah melalui promosi pendidikan inklusif," ungkapnya.

Menurutnya, pendidikan inklusif tidak hanya memberikan manfaat bagi penyandang disabilitas, tetapi juga secara keseluruhan dapat mendorong keberagaman dan toleransi dalam masyarakat.

"Kami yakin bahwa pendidikan inklusif tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa penyandang disabilitas, tetapi juga mendorong keberagaman dan toleransi dalam masyarakat secara keseluruhan," tambahnya.

Turut dihadiri Kepala Pusat Layanan Internasional UIN Ar-Raniry Drs Asyraf Muzaffar MA, para Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan UIN Ar-Raniry, pengurus Ikatan Guru Pendidikan Khusus Indonesia (IGPKHI) Aceh, guru pendidikan inklusif di Aceh, kepala sekolah, siswa pendidikan inklusif, administrasi pendidikan, dosen, mahasiswa, serta para orang tua. (Sayed M. Husen)

SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top