Direktur Dayah DQA, Ustaz Hajarul Akbar, MA bersama para santri yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz, ziyadah hafalan Al Quran dan khatam tilawah Al Quran di Dayah DQA, jalan Banda Aceh-Medan, KM 19,5 Gampong Tumbo Baro, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar.

LAMURIONLINE.COM I ACEH - Program Mukhayyam Al Quran Ramadhan 1445 H yang berlangsung selama dua pekan telah resmi ditutup. Kegiatan yang diikuti oleh 260 santri Dayah Darul Quran Aceh (DQA) itu berlangsung di komplek dayah tersebut jalan Banda Aceh-Medan, KM 19,5 Gampong Tumbo Baro, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar.

Direktur Dayah DQA, Ustaz Hajarul Akbar, MA, Senin (1/4/2024) mengatakan dalam Mukhayyam Al Quran tersebut para santri mengikuti sejumlah kegiatan, diantaranya yang paling utama adalah halaqah tahfiz Al Quran, shalat taraweh, sahur bersama, tahajud berjamaah, memperbanyak shalat sunnat, ngabuburit dan juga buka puasa bersama.

“Dan alhamdulillah, selama Mukhayyam Al Quran tersebut sebanyak lima santri dan satu santriwati Dayah DQA telah mampu menyelesaikan hafalan 30 juz. Dan ini merupakan suatu prestasi yang sangat membanggakan,” kata Ustaz Hajarul Akbar.

Ustaz Hajarul Akbar menjelaskan mareka yang telah mampu menyelesaikan hafalan 30 juz diantara Nugraha Adi luhur, Najib Haidar Al Ghifari, Saidussyuhur, Muhammad Dhiya Al Faiz, M. Aqhiel zanky Islami. Mereka semua merupakan santri akhir kelas 12 SMA Darul Qur'an Aceh. 

Sedangkan satu lagi atas nama Haura Tazkiya merupakan santriawti SMA Darul Qur'an Aceh, Kelas 10 SMA Darul Qur'an Aceh. 

“Secara keseluruhan juga ada peningkatan jumlah ziyadah hafalan Al Quran, yang rata-rata mencapai satu juz. Sedangkan pada program khatam tilawah Al Quran para santri dan santriwati mampu menyelesaikan minimal satu hingga empat kali khatam,” ungkap Ustaz Hajarul Akbar.

Ustaz Hajarul Akbar sangat mengapresiasi atas capaian dan keberhasilan santri santriawati binaannya itu dalam menyelesaikan setoran hafalannya. Ia berharap hafalan yang sudah di setor tersebut dapat terus dijaga, di ulang-ulang dan diamalkan isi kandungannya. 

“Kebanyakan dari mereka menyelesaikan hafalan dalam waktu hampir enam tahun. Hal itu karena di Dayah DQA memiliki keunikan dalam sistem hafalan yaitu tidak megejar kuantitas tapi mengutamakan kualitas dalam menghafal. Sehingga santri dan santriawati membutuhkan banyak waktu menyelesaikan hafalannya. Semoga mareka dimudahkan dalam menghafal AlQuran,” pungkasnya. (Murdani Tijue)

SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top