Maulida Nurliza (Mahasiswa Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala)

lamurionline.com -- Interprofessional Collaboration (IPC) adalah kerjasama antara profesi kesehatan dengan latar pendidikan berbeda menjadi satu tim yang menjadikan pasien sebagai center care. komunikasi merupakan fondasi penting dalam sistem IPC. Kolaborasi antar berbagai profesional kesehatan, seperti dokter, perawat, apoteker, ahli gizi, psikolog, ahli terapi, dan lainnya memainkan peran krusial dalam memberikan perawatan yang aman, efektif, dan holistik. Tujuan dari interprofesional collaboration untuk meningkatkan kualitas rawatan dan keselamatan pasien.

Keragaman latar belakang, wawasan, dan perspektif para profesional diharapkan dapat memebrikan solusi inovatif untuk menangani permasalah sederhana hingga permasalahan yang kompleks. Setiap profesi melihat permasalahan melalui sudut pandang berbeda berdasarkan kelilmuan masing-masing, Diharapkan dapat menangani masalah pasien dari berbagai aspek sehingga meningkatkan status kesehatan pasien, hal ini sejalan dengan penelitian oleh (Kaiser et al., 2022) IPC berdampak positif pada pengalaman, persepsi, dan keadaan kesehatan pasien. Selain itu juga meningkatkan keselamatan pasien, sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Dinius et al., 2020) & (Nur et al., 2023)  mengatakan bahwa pelaksanaan IPC akan berbanding lurus dengan keselamatan pasien secara signifikan.

Namun dalam pelaksanaannya terdapat tantangan yang cukup besar. Konflik terkait batasan profesi, lisensi, yurisdiksi, dan mandat sering menghambat kolaborasi efektif. Tidak berjalannya komunikasi yang efektif merupakan salah satu indikator IPC tidak dijalankan dengan baik, selain itu adanya konflik antar profesi, hal ini akan berdampak kepada pasien secara langsung, salah satu efeknya delay treatment atau pasien terlambat mendapatkan penanganan yang pada akhirnya berdampak pada kualitas perawatan pasien. Oleh karena itu, upaya perbaikan IPC harus mempertimbangkan sistem koordinasi, komunikasi, keterampilan dan pengetahuan interpersonal. Kolaborasi antarprofesi bukan hanya tentang menggabungkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga tentang menghormati peran masing-masing dan bekerja bersama untuk kebaikan pasien.

Referensi:

Dinius, J., Philipp, R., Ernstmann, N., Heier, L., Göritz, A. S., Pfisterer-Heise, S., Hammerschmidt, J., Bergelt, C., Hammer, A., & Körner, M. (2020). Inter-professional teamwork and its association with patient safety in German hospitals—A cross sectional study. PLOS ONE, 15(5), e0233766. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0233766

Kaiser, L., Conrad, S., Neugebauer, E. A. M., Pietsch, B., & Pieper, D. (2022). Interprofessional collaboration and patient-reported outcomes in inpatient care: a systematic review. Systematic Reviews, 11(1), 169. https://doi.org/10.1186/s13643-022-02027-x

Nur, H. A., Pramudaningsih, I. N., & Fitriana, V. (2023). Correlation of Interprofessional Collaboration with Patient Safety in Hospital Hubungan Kolaborasi Interprofesi dengan Keselamatan Pasien di Rumah Sakit. 745–753.

SHARE :

0 facebook:

Post a Comment

 
Top