lamurionline.com -- Aceh Besar -- Lembaga Kemaslahatan Keluarga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LKK-PB NU) bekerja sama dengan Kementerian Agama RI melatih tenaga pendampingan psikososial di 3 wilayah terdampak bencana hidrometeorologi sejak tanggal 5 - 7 januari 2026.
Kegiatan di mulai di Pidie Jaya dengan melatih 36 relawan dari unsur penyuluh, penghulu, guru dan relawan NU. Di lanjutkan di Aceh Utara dan Bireuen. Setelah kegiatan pelatihan, tim psikososial melakukan pendampingan ke beberapa lokasi pengungsian, sekolah dan daerah terdampak.
Para relawan yang telah di latih di arahkan untuk melakukan pendampingan psikososial di masing masing obyek binaan.
Kehadiran Tim LKK PB NU dan instruktur nasional psikososial di sambut Oleh Ketua LKK PW NU Aceh H Khalid Wardana SAg MSi. Tim LKK juga melakukan pertemuan dengan Ketua PW NU Aceh Tgk H Faisal Ali.
Adapun tim narasumber dari LKK dan Kemenag RI yaitu Ratu Dian hatifa, Nailatin Fauziyah (psikolog), Chairunnisa, Nurmey Nurul Haq (psikolog) dan Sugeng Widodo/Paman Dodo (instruktur keluarga sakinah).
Ketua LKK NU Aceh H Khalid Wardana menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas pelaksanaan program psikososial untuk para korban terdampak. Dukungan ini menjadi modal pendampingan awal agar penyintas merasa di terima dan tidak merasa sendirian sehingga bisa bangkit kembali dari keterpurukan setelah peristiwa bencana alam.
Jika kita melihat kondisi riil di lapangan tentunya butuh proses yang lama agar masyarakat bisa bangkit kembali secara normal, apalagi menata kembali pranata sosial yang telah hilang. Untuk itu melalui program psikososial akan mengembalikan potensi korban, keluarga dan masyarakat lebih kuat secara individu dan kolektif, berfungsi optimal, memiliki ketangguhan dalam menghadapi masalah sehingga menjadi lebih berdaya dan produktif, ungkap Khalid yang ikut bersama tim LKK di Aceh Utara dan Bireuen.(Cek Man/*)



0 facebook:
Post a Comment