LAMURIONLINE.COM I BANDA ACEH
- Universitas Syiah Kuala (USK) secara resmi melepas 938 mahasiswanya untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler XXVIII dan KKN Tematik Kebencanaan Siklon Tropis Senyar. Pelepasan yang dipimpin langsung oleh Rektor USK ini diselenggarakan di Gedung Academic Activity Center (AAC) Dayan Dawood, pada Kamis (8/1/2026).

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK, Prof. Dr. Mudatsir, M.Kes, dalam laporannya menyampaikan bahwa total peserta KKN kali ini terbagi dalam dua kategori utama.

KKN Reguler melibatkan 219 mahasiswa di empat kecamatan di Banda Aceh, sementara 719 mahasiswa lainnya dikerahkan untuk KKN Tematik di sembilan kabupaten/kota yang terdampak bencana. Wilayah tersebut meliputi Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Utara, Langsa, Aceh Tamiang, dan  Aceh Tenggara.

“Sebelumnya, mahasiswa yang telah menyelesaikan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tanggap Darurat bersama Kemendiktisaintek telah kami konversikan ke KKN. Secara teknis, pada KKN tematik kali ini, kami juga memastikan minimal ada satu orang dalam setiap kelompok yang berasal dari daerah terdampak bencana untuk memudahkan koordinasi,” jelas Prof. Mudatsir.

Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, menegaskan, pelaksanaan KKN ini merupakan bagian dari tanggung jawab universitas dalam menyikapi dampak bencana banjir dan longsor akibat Siklon Tropis Senyar pada akhir November 2025 lalu.

“Walaupun sudah sebulan lebih bencana berlalu, situasi di lapangan masih membutuhkan perhatian bersama. Kehadiran kita semua masih diperlukan untuk membantu, agar perlahan-lahan semuanya pulih,” ujarnya.  

Prof. Marwan menyoroti, kehadiran mahasiswa dengan latar belakang lintas ilmu dapat menjadi jembatan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, mulai dari pelayanan kesehatan, pemastian air bersih, hingga kebutuhan logistik yang belum optimal. Ia secara khusus menyoroti masalah pemulihan psikologis.

“Persoalan psikologis masyarakat cukup terasa. Saban kali hujan, trauma masyarakat cukup terasa. Kehadiran mahasiswa KKN sangat diperlukan untuk memberikan pendampingan yang mendukung pemulihan tersebut,” tegas Prof. Marwan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Banda Aceh, Jalaluddin, menyambut baik penempatan mahasiswa di wilayahnya. Ia berharap kehadiran mahasiswa dengan lintas ilmu ini dapat dimanfaatkan oleh aparatur gampong (desa) untuk membangun desa yang lebih modern di Banda Aceh.

“Ini sejalan dengan motto Banda Aceh, yaitu kolaborasi. Mahasiswa nantinya bisa membangun sistem yang lebih modern untuk membangun dan melayani masyarakat yang ada di Banda Aceh,” tutup Jalaluddin. (Sayed M. Husen)

SHARE :

0 facebook:

 
Top