LAMURIONLINE.COM | BANDA ACEH - Donor darah bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan denyut kehidupan yang menopang sistem pelayanan kesehatan. Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh terus mengajak masyarakat berpartisipasi aktif demi memastikan ketersediaan stok darah bagi rumah sakit di Aceh.
Koordinator Lapangan Unit Donor Darah PMI Kota Banda Aceh, dr. Nurul Husna, menegaskan, setiap tetes darah yang terkumpul merupakan amanah kemanusiaan.
Menurutnya, darah yang tersimpan di PMI menjadi harapan besar bagi pasien dan keluarga yang tengah berjuang untuk kesembuhan.
“Permintaan darah saat ini berada pada level yang cukup tinggi. Cakupan layanan PMI Kota Banda Aceh tidak hanya untuk rumah sakit di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, tetapi juga melayani wilayah Aceh Jaya hingga Sabang,” ujar Nurul Husna.
Ia menjelaskan, salah satu rumah sakit rujukan utama, Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA), membutuhkan sekitar 150 kantong darah setiap hari. Jumlah tersebut, menurutnya, hanya bisa dipenuhi dengan partisipasi aktif dan berkelanjutan dari masyarakat.
Dalam kegiatan donor darah kolaborasi PMI Kota Banda Aceh dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh yang berlangsung pada Jumat (23/1/2026), Nurul Husna juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu menjadi pendonor. Ia menekankan bahwa donor darah selain bernilai kemanusiaan, juga membawa manfaat kesehatan bagi pendonor.
“Donor darah dapat merangsang pembentukan sel darah merah baru, melancarkan peredaran darah, dan berkontribusi menjaga kesehatan jantung,” rincinya.
Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Aceh, Taufik, S.T, M.Si, selaku tuan rumah kegiatan, menyampaikan dukungan penuh terhadap program donor darah yang telah menjadi agenda rutin instansinya. Ia menyebutkan, kegiatan tersebut berhasil mengumpulkan 33 kantong darah dari aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah, semoga setiap tetes darah yang terkumpul menjadi amal jariah bagi kita semua,” ujar Taufik, yang mengaku telah melakukan donor darah sebanyak 20 kali.
Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari. Salah seorang ASN Dinas ESDM Aceh, Attaya Raniya, yang telah delapan kali mendonorkan darahnya, mengaku bangga bisa terlibat dalam aksi kemanusiaan tersebut.
“Hanya sekitar 10 menit untuk donor darah, tapi dampaknya bisa menyelamatkan nyawa seseorang seumur hidup. Tidak ada yang lebih berharga dari itu,” tuturnya. (Sayed M. Husen/Mukhlis Sya'ya)


0 facebook:
Post a Comment