![]() |
| Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) UNIDA, Muhammad Fazlillah |
lamurionline.com -- Banda Aceh - Bencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh Tamiang meninggalkan luka sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat. Kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap upaya pemulihan wilayah yang terdampak banjir dan longsor.
Presiden Prabowo meninjau pembangunan Rumah Hunian Sementara (Huntara) di kawasan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Kamis (1/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemulihan pascabencana berjalan dengan baik serta mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat terdampak.
Dalam peninjauan tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, serta Kepala BP Danantara Dony Oskaria. Pemerintah menjelaskan bahwa fasilitas Huntara telah dilengkapi dengan berbagai kebutuhan dasar, seperti kasur, toilet, listrik, klinik kesehatan, serta akses Wi-Fi gratis.
Berdasarkan data hingga 1 Januari 2026, sebanyak 198 unit Huntara telah selesai dibangun. Pemerintah menargetkan 600 unit Huntara siap huni pada 8 Januari 2026, dengan total pembangunan mencapai 15.000 unit dalam kurun waktu tiga bulan ke depan.
Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) UNIDA, Muhammad Fazlillah, mengapresiasi pembangunan Huntara merupakan langkah awal yang penting dalam membantu masyarakat Aceh Tamiang bangkit dari dampak banjir dan longsor. Menurutnya, keberadaan hunian sementara dapat memberikan rasa aman sekaligus mendukung pemulihan sosial dan ekonomi warga.
Namun demikian, Fazlillah juga menekankan bahwa penanganan pascabencana perlu diiringi dengan upaya mitigasi jangka panjang. Hal ini penting mengingat Aceh Tamiang merupakan wilayah yang rawan banjir, terutama saat intensitas curah hujan tinggi.
Kunjungan Presiden Prabowo ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak bencana, tetapi juga mampu mendorong percepatan pemulihan serta penataan wilayah yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat Aceh Tamiang ke depan.(Sirat/*)

0 facebook:
Post a Comment