lamurionline.com -- Aceh Besa -- Madrasah Terpadu Tungkop yang terdiri dari MAN 4 Aceh Besar, MTsN 2 Aceh Besar, MIN 20 Aceh Besar, dan RA Takrimah Tungkop menggelar kegiatan dzikir dan tausiah dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026, di Lapangan Terpadu Madrasah Tungkop, pada pagi hari.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Isra’ Mi’raj 1447 H: Menjadikan Shalat sebagai Fondasi Moral di Era Society 5.0” dan diikuti oleh seluruh warga Madrasah Terpadu Tungkop, mulai dari peserta didik, guru, hingga tenaga kependidikan.
Acara diawali dengan dzikir bersama, kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustaz H. Zul Arafah. Dalam tausiahnya, beliau menjelaskan makna shalat sebagai ibadah utama yang tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk akhlak serta membantu manusia dalam menghadapi dan menyelesaikan berbagai permasalahan kehidupan.
Ustaz H. Zul Arafah juga mengajak seluruh peserta untuk shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, beristighfar, serta menutup tausiah dengan doa bersama agar seluruh warga madrasah senantiasa diberi kekuatan iman dan akhlak yang baik di tengah perkembangan zaman.
Setelah rangkaian dzikir dan tausiah, kegiatan dilanjutkan dengan acara kedua, yaitu Safari Dongeng yang disampaikan oleh Laznas Sahabat Yatim. Acara ini dibuka dengan sapaan hangat kepada peserta, dilanjutkan dengan penampilan nasyid membawakan lagu Shalatullahi Wasallam untuk menciptakan suasana yang ceria dan penuh semangat.
Dalam sesi dongeng, pemateri menyampaikan kisah tentang seorang pengemis buta dang Rasulullah SAW, yang sarat dengan nilai keteladanan, kasih sayang, dan kepedulian sosial. Sembari cerita berlangsung, kotak amal diedarkan kepada para siswa untuk mengajak mereka bersedekah dengan seikhlas hati. Acara safari dongeng kemudian ditutup dengan penampilan nasyid kembali dengan lagu Qalbi Fil Madinah.
Melalui kegiatan ini, Madrasah Terpadu Tungkop berharap peringatan Isra’ Mi’raj tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai keimanan, kepedulian sosial, serta menjadikan shalat sebagai landasan moral dalam kehidupan peserta didik di era Society 5.0.(Cek Man/*)



0 facebook:
Post a Comment