LAMURIONLINE.COM | BANDA ACEH — Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Ar-Raniry bersama Universiti Islam Pahang Sultan Ahmad Shah (UnIPSAS) Malaysia dan Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tematik Kebencanaan Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa pada 9–15 Februari 2026. Kegiatan dipusatkan di Gampong Masjid Tuha, Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.
Program ini merupakan bentuk kolaborasi tiga perguruan tinggi dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam dalam misi kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh dan Sumatra pada akhir November 2025. Kegiatan bertujuan meningkatkan kepedulian sosial serta membantu masyarakat terdampak bencana, khususnya kelompok rentan dan mustadh’afin.
Dalam pelaksanaannya, para peserta melakukan gotong royong membersihkan kompleks Masjid Tgk Chiek Pante Geulima di Meureudu. Selain itu, tim juga menyalurkan santunan kepada anak yatim, lansia rentan, serta masyarakat terdampak bencana di wilayah Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Besar.
UNISSA dan UnIPSAS turut menyalurkan bantuan kepada mahasiswa terdampak di UIN Ar-Raniry melalui Islamic Trust Fund (ITF). Bantuan tersebut diterima Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Mujiburrahman. Selain itu, perwakilan UNISSA, Dr. Hambali Jaili, menyerahkan secara simbolis mushaf Al-Qur’an kepada pihak universitas dan perwakilan masyarakat Pidie Jaya.
Dalam rangka mendukung kegiatan PKM, FDK UIN Ar-Raniry juga melaksanakan program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) pada 25 Januari hingga 15 Februari 2026 di lokasi yang sama dengan melibatkan 10 mahasiswa. Wakil Dekan I FDK UIN Ar-Raniry, Dr. Mahmuddin, mewakili Dekan Prof. Dr. Kusmawati Hatta, menyatakan bahwa program KPM bertujuan mendukung pelaksanaan PKM di kawasan terdampak bencana.
Perwakilan UnIPSAS, Dr. Norfadelah Binti Nordin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi peserta untuk memahami secara langsung kondisi masyarakat terdampak bencana. Sementara itu, Wakil Dekan FDK Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Sabirin, menilai kerja sama lintas negara ini penting untuk terus dikembangkan guna memperkuat kapasitas penanganan bencana dan hubungan antarperguruan tinggi.
Masyarakat setempat menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Afzal, salah seorang penyintas bencana di Meureudu, mengungkapkan rasa terima kasih atas kepedulian dan dukungan yang diberikan kepada warga. Ketua panitia, Dr. Muslim, menyebutkan jumlah peserta yang terlibat dalam kegiatan ini mencapai 29 orang.
Kegiatan kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada pengabdian masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pertukaran pengalaman, pengetahuan, dan praktik baik antarnegara. Kerja sama antara UIN Ar-Raniry, UnIPSAS, dan UNISSA diharapkan dapat terus berlanjut melalui berbagai program yang memberikan manfaat bagi institusi, masyarakat, dan pengembangan kepedulian sosial di lingkungan akademik.*






0 facebook:
Post a Comment