Oleh: Juariah Anzib, S.Ag
Penulis Buku Wakaf di Aceh, Tradisi, Inovasi dan Keberkahan
Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Aceh merupakan masjid kebanggaan masyarakat Aceh. Masjid dengan bangunan megah yang sarat sejarah ini selaligus simbol peradaban dan pusat peribadatan umat Islam sejak masa kolonial hingga kini. Keindahan arsitektur, kebersihan dan kenyamanannya menjadikan MRB bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga destinasi religi. Banyak pengunjung singgah, meski hanya beristirahat sejenak setelah beraktivitas, menikmati suasana yang teduh dan menenangkan.
Ramadhan semakin dekat. Tinggal menghitung hari, umat Islam akan memasuki bulan suci yang penuh rahmat dan ampunan. Menyambut momentum ini, pengurus dan remaja masjid telah memprogramkan berbagai kegiatan untuk menyemarakkan syiar Islam. Sebab masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat shalat, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pembinaan generasi, dan penguatan nilai-nilai keislaman.
Dalam Perbincangan Sabtu Pagi (PSP) Radio Baiturrahman, Sabtu (14/2/2026), Plh Kepala UPTD Pengelola MRB, Abi Iskandar AS, S.Ag, menyampaikan, setiap datangnya Ramadhan, MRB selalu mempersiapkan agenda rutin dengan lebih terstruktur. Beragam kegiatan dirancang, mulai dari ceramah Ramadhan, tadarus Al-Qur’an, hingga perlombaan islami bagi generasi muda. Remaja masjid turut berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan dukungan, baik finansial maupun moril, demi menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.
Upaya penataan jamaah juga menjadi perhatian utama. Tahun-tahun sebelumnya, lonjakan jamaah pada awal Ramadhan sering kali menyebabkan ketidakteraturan saf. Jamaah yang datang tidak serentak terkadang mendapati posisi shalat bercampur antara laki-laki dan perempuan. Hal ini menjadi bahan evaluasi. Tahun ini, pengaturan saf akan lebih diperketat, dengan memastikan saf laki-laki berada di bagian depan dan saf perempuan di belakang, sesuai tuntunan syariat.
Pelayanan jamaah juga terus ditingkatkan. Fasilitas pendingin ruangan (AC) dipastikan berfungsi optimal, sajadah dijaga kebersihan dan keharumannya, dan petugas (khadam) disiagakan untuk membantu kenyamanan ibadah. Tradisi berbuka puasa bersama tetap menjadi bagian penting. Menu khas Aceh seperti bubur kanji rumbi disediakan sebagai hidangan berbuka, sederhana namun penuh makna kebersamaan, didukung oleh donatur dan partisipasi masyarakat.
Narasumber lain, Sayed Muhammad Husen, menekankan pentingnya peran media dalam mendukung kelancaran kegiatan Ramadhan. Radio Baiturrahman menjadi salah satu media utama dalam menyiarkan ceramah, dialog, dan berbagai program dakwah, sehingga dapat diakses masyarakat luas, termasuk mereka yang tidak hadir secara langsung di masjid. Selain itu, pemanfaatan media digital seperti IF, FB, TikTok, serta platform lainnya perlu dioptimalkan agar syiar dakwah dari masjid semakin luas.
Demikian juga Tabloid Gema Baiturrahman (TGB) yang akan terbit kembali pada Jumat pertama Ramadhan, menjadi media literasi yang memperkaya wawasan jamaah. Melalui pemberitaan kegiatan dan artikel islami, tabloid ini menjadi sarana dakwah tertulis yang mendokumentasikan dinamika keislaman di MRB.
Di tengah arus media sosial yang didominasi konten hiburan dan olahraga, konten religius memang masih terbilang sedikit. Karena itu, momentum Ramadhan harus dimanfaatkan untuk memperkuat dakwah digital. “Konten-konten keagamaan perlu dikemas kreatif dan menarik agar mampu bersaing, bahkan menjadi inspirasi perubahan sikap dan perilaku masyarakat,” ungkap Sayed.
Kita berharap, remaja masjid bersama pengelola media terus meningkatkan pelayanan kepada jamaah, agar mereka istiqamah mengikuti shalat tarawih, tadarus, dan kajian sepanjang Ramadhan. Variasi tema dakwah yang aktual dan solutif akan menjaga semangat jamaah hingga akhir bulan, yang kemudian ditutup dengan penguatan ibadah sosial seperti zakat, sedekah, dan wakaf.
Sehingga Ramadhan menjadi madrasah ruhani. Dari masjid, cahaya itu dipancarkan. Dari kebersamaan, semangat itu diteguhkan. Semoga melalui program-program yang terencana dan pelayanan yang optimal, MRB tetap menjadi pusat pembinaan iman dan pembangunan peradaban Islam.
Mari kita sambut bulan suci Ramadhan dengan penuh kegembiraan, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt, membersihkan hati dari sifat tercela, dan mengisinya dengan cahaya iman.

0 facebook:
Post a Comment