LAMURIONLINE.COM | BIREUN
- Ketua Program Studi Bimbingan Konseling (BK) Fatimah Ibda, S.Ag, M.Si, Ph.D, dan Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh yang diwakili Sekretaris Drs. Sufriadi, M.Pd, Ph.D melaksanakan MoU dengan Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Aceh (UIA) Drs. Yusri M.Pd di Kampus UIA Bireuen, Sabtu, (7/2/2026). 

Kegiatan MoU dibuka secara langsung oleh Wakil Rektor II Bidang Keuangan Edi Mizwar, M.Pd. Turut hadir para unsur pimpinan dari kampus UIA, sedangkan dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh hadir Ketua Prodi BK, Sekretaris Prodi MPI, dan Ketua FPPMPI (Forum Pimpinan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Indonesia) Prof. Dr. Sri Rahmi., MA beserta dosen dari ketiga Prodi tersebut. 

Wakil Rektor II UIA Edi Mizwar, M.Pd, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Prof. Safrul Muluk, S.Ag, MA, M.Ed, Ph.D atas terlaksananya MoU ini. 

Ia menjelaskan, tujuan perjanjian kerja sama ini untuk memanfaatkan kemampuan sumber daya yang dimiliki secara maksimal, saling mendukung, dan memfasilitasi pelenggaraan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Ini semua untuk melahirkan intelektual muslim yang yang bertaqwa, dinamis, dan profesional dalam menghadapi era global yang penuh tantangan. 

Lebih lanjut ia mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan yang diberikan oleh FPPMPI Indonesia untuk mahasiswa Universitas Islam Aceh yang terdampak banjir bandang Sumatera dua bulan lalu. 

“Bantuan yang diberikan berupa sumbangan dari donatur FPPMPI seluruh Indonesia ini sangat berguna bagi mahasiswa dan keluarganya di tengah kondisi masyarakat yang secara ekonomi belum stabil,” ungkapnya. 

Sementara Ketua FPPMPI Prof. Dr. Sri Rahmi, MA menyampaikan, MoU antara Prodi BK, MPI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan UIA merupakan sinergi dalam memajukan pendidikan di Aceh.

“Melalui MoU, ketiga prodi ini menyediakan tenaga konsultan, fasilitator, memberikan bantuan, serta jasa konsultasi dalam rangka pengembangan, peningkatan penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya. 

Menurutnya, dapat juga menyediakan tenaga pengajar atau narasumber dalam berbagai kegiatan workshop dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas peneliti dan pelaksana pengabdian kepada masyarakat. 

“Kerja sama ini, memfasilitasi dan membantu pelaksanaan kegiatan konsultasi dalam rangka pengembangan dan peningkatan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta membantu pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bersama yang dilakukan dalam rangka peningkatan kapasitas masyarakat dan penguatan kelembagaan ketiga program studi ini,” urainya. (Murni/Sayed M. Husen)

SHARE :
Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

0 facebook:

 
Top