Delapan bulan telah berlalu. Delapan bulan penuh keteguhan, kesabaran, dan cinta yang tak pernah surut. Dari keluarga sederhana di Gampong Pakuk, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, pasangan Syahrul dan Mehran menjalani hari-hari dengan satu tujuan mulia: mendekatkan putri tercinta mereka kepada Al-Qur’an.
“Kadang kami sampai ke rumah sudah magrib,” tutur Ibu Mehran.
“Kalau ayahnya sedang bekerja, kami pulang naik labi-labi. Apa pun akan saya lakukan demi Fathin,” ujarnya lirih kepada Akhi, pengelola program tilawah.
Fathin Arifa, lahir di Aceh Besar pada 3 Desember 2014, adalah siswi MIN 5 Aceh Besar, Jeureula, Suka Makmur. Sejak kecil ia telah menanamkan cita-cita besar: menjadi seorang qariah. Setiap hari sepulang sekolah pukul 13.00 WIB, Fathin pulang ke rumah menggunakan labi-labi dari Simpang Sibreh dan tiba sekitar pukul 13.45 WIB. Setelah beristirahat sejenak, tanpa keluh kesah, ia kembali bersiap menuju Masjid Abu Indrapuri untuk belajar tilawah.
Pemandangan yang paling menggetarkan hati para pengelola adalah ketika Fathin masih mengenakan seragam sekolahnya, duduk di teras masjid sambil menyantap bekal makan siang dari rumah. Tak ada kemewahan yang ada hanyalah semangat, keikhlasan, dan cinta yang tulus terhadap Al-Qur’an.
Tak jarang, ketika labi-labi tak kunjung melintas dan azan magrib telah berkumandang, ibu dan anak ini kembali masuk ke masjid untuk menunaikan shalat berjamaah. Bahkan pernah, karena ayah Fathin belum sempat menjemput, keduanya bertahan hingga shalat Isya berjamaah. Jarak yang jauh, rasa lelah, dan minimnya waktu istirahat tak pernah menjadi penghalang. Bagi mereka, yang terpenting adalah tetap hadir di Masjid Abu untuk belajar Al-Qur’an.
Selama delapan bulan mengikuti program tilawah, Fathin hampir tak pernah absen kecuali karena sakit. Sang ibu pun setia mendampingi, berdiri kokoh di balik segala keterbatasan. Keteguhan dan keistiqamahan keluarga ini menjadi sumber haru dan kebanggaan bagi para pengelola Tilawah dan Tahfidz Qur’an Masjid Abu Indrapuri.
Di akhir perbincangan, Ibu Mehran menyampaikan harapan tulusnya. Ia berharap program ini terus berjalan dengan istiqamah karena manfaat dan pahalanya yang begitu besar bagi generasi masa depan. Ia mendambakan kelak Fathin tumbuh menjadi qariah, anak shalehah yang hidup bersama Al-Qur’an, serta semoga Allah menghadiahkan naungan dan syafaat melalui kitab suci-Nya di dunia dan akhirat.
Semangatmu adalah teladan, wahai Fathin.
Engkau telah membanggakan ayah dan bundamu, dan semoga menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya untuk mencintai Al-Qur’an sejak dini.
Penulis:
Akhi Fakrizan
Koordinator Pengelola Tilawah dan Tahfidz Plus
Madrasah Qur’an Masjid Abu Indrapuri



.jpeg)

.jpeg)

0 facebook:
Post a Comment