LAMURIONLINE.COM | KOTA JANTHO - Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Pondok Pesantren Hidayatullah Putri Lhoknga, Aceh Besar, menggelar kegiatan Tarhib Ramadan pada Sabtu, (7/2/2026). Kegiatan ini diikuti seluruh santri putra dan putri, murid Madrasah Ibtidaiyah (MI), dewan asatidz, serta asatidzah.
Ketua PW Hidayatullah Aceh, Ustaz Harun menyampaikan, tarhib Ramadhan tersebut menghadirkan Ustaz Ir. H. Faizal Ardiansyah, M.Si sebagai penceramah.
Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh peserta memahami kedudukan bulan-bulan Hijriah sebagai momentum pengangkatan dan pelipatgandaan amal saleh, khususnya dalam menyongsong Ramadhan.
Ustaz Faizal menjelaskan, dalam Islam terdapat empat bulan haram sebagaimana firman Allah Swt dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 36, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan tersebut, nilai amal saleh dilipatgandakan oleh Allah Swt.
“Jika di bulan-bulan haram saja Allah melipatgandakan pahala amal, maka bagaimana lagi dengan bulan Ramadan yang merupakan sayyidus syuhur, penghulu segala bulan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan pandangan para ulama salaf yang menyebut Rajab sebagai bulan menanam, Sya’ban sebagai bulan menyiram, dan Ramadhan sebagai bulan memanen amal.
Menurutnya, Rajab bulan persiapan spiritual, sementara Sya’ban menjadi bulan diangkatnya amal-amal manusia.
Ia juga mengutip hadis Rasulullah saw yang menjelaskan Sya’ban bulan yang sering dilalaikan manusia, padahal pada bulan tersebut amal-amal diangkat menghadap Rabb semesta alam.
Oleh karena itu, Nabi Muhammad saw memperbanyak puasa di bulan Sya’ban sebagai bentuk persiapan menyambut Ramadhan.
Mengenai Ramadhan, Ustaz Faizal menegaskan, bulan suci ini merupakan puncak pengangkatan amal. Pada bulan Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Bahkan satu amal wajib di bulan Ramadan bernilai seperti tujuh puluh amal wajib di luar Ramadhan, serta adanya malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.
Ia menambahkan, bagi orang beriman, Ramadhan bukanlah akhir dari ibadah, melainkan tolok ukur amal sepanjang tahun.
“Tanda Ramadhan diterima antara lain shalat semakin terjaga, Al-Qur’an tetap dibaca setelah Ramadhan, maksiat semakin ditinggalkan, dan akhlak menjadi lebih lembut,” jelasnya.
Menutup tausiyahnya, Ustaz Faizal mengajak seluruh santri dan peserta Tarhib Ramadhan menyambut bulan suci dengan taubat yang jujur, niat yang lurus, dan amal ibadah yang maksimal. (Sayed M. Husen)



0 facebook:
Post a Comment