Lamurionline.com -- Langsa - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar H Saifuddin SE menghadiri Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja (RKA-SK) Tahun Anggaran 2027 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh di Hotel Harmoni, Kota Langsa, pada 6–8 Februari 2026.
Rakor yang dibuka langsung Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Aceh Drs H Azhari MSi itu diikuti perwakilan satuan kerja Kemenag kabupaten/kota di Tanah Rencong, sebagai upaya memperkuat kualitas perencanaan program dan penganggaran tahun mendatang.
Dalam forum itu, para peserta membahas arah kebijakan, prioritas program, serta sinkronisasi perencanaan agar selaras dengan visi dan program strategis Kementerian Agama. Penyusunan RKA-SK menjadi tahapan penting untuk memastikan program kerja dapat berjalan efektif, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Saifuddin mengatakan rapat koordinasi tingkat wilayah ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan perencanaan antara Kankemenag dan kebijakan Kanwil Kemenag Aceh. Kualitas perencanaan akan sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan program di lapangan.
“RKA-SK merupakan fondasi utama dalam menjalankan program kerja satuan kerja. Karena itu, perencanaan harus disusun secara cermat, realistis, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat serta prioritas pembangunan di bidang keagamaan dan pendidikan,” kata Saifuddin, Sabtu, 7 Februari 2026.
Sebelumnya, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar juga telah melaksanakan rapat koordinasi penyusunan RKA-SK Tahun Anggaran 2027 pada 5-7 Februari 2026.
Dalam Rakor itu, menurut Yahwa--sapaan akrab Saifuddin, jajaran Kemenag Aceh Besar menegaskan komitmen agar perencanaan tidak sekadar bersifat administratif, tetapi mampu menghasilkan output dan outcome yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Penyusunan RKA-SK di lingkungan Kemenag Aceh Besar juga mengacu pada pendekatan berbasis kinerja atau performance-based budgeting. Pendekatan ini menitikberatkan pada capaian hasil yang terukur, bukan sekadar tingkat penyerapan anggaran.
“Perencanaan harus berorientasi pada hasil yang jelas dan terukur. Bukan hanya memastikan anggaran terserap, tetapi bagaimana program tersebut benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, Yahwa juga meminta seluruh satuan kerja, termasuk madrasah dan Kantor Urusan Agama (KUA), untuk terus meningkatkan inovasi dan memperkuat transformasi digital dalam pelayanan.
“Inovasi dan transformasi digital ialah sebauh kaharusan guna menghadirkan layanan keagamaan yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses,” katanya.
Selain Rakor RKA-SK, Kemenag Aceh Besar juga berkesempatan melakukan kunjungan edukasi ke MAN Insan Cendikia Batam dan studi tiru program Zona Integritas (ZI) dan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).(Cek Man/*)

0 facebook:
Post a Comment