Lamurionline.com -- Bireuen — Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bireuen melaksanakan kegiatan Manasik Haji Terintegrasi Tingkat Kabupaten/Kota dan Kecamatan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi yang berlangsung pada 7–10 Februari 2026 di Masjid Agung Sulthan Jeumpa, Kabupaten Bireuen.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bireuen, Sulaimannur, S. Ag. Selain membuka acara, Sulaimannur juga menyampaikan materi Kebijakan Penyelenggaraan Haji Tahun 1447 H/2026 M kepada seluruh Jemaah Haji yang berjumlah 360.

Dalam sambutannya, Sulaimannur menegaskan bahwa manasik haji bukan sekadar kegiatan formal, melainkan bagian penting dari proses pembinaan jemaah agar memiliki pemahaman yang benar dan kesiapan yang matang sebelum menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Ia menekankan bahwa kedisiplinan jemaah merupakan kunci utama dalam kelancaran penyelenggaraan ibadah haji.

“Manasik haji ini bukan sekadar formalitas. Kedisiplinan sejak di tanah air akan sangat menentukan ketertiban dan kenyamanan jemaah saat berada di Tanah Suci,” tegas Sulaimannur.

Dalam penyampaian materi kebijakan penyelenggaraan haji tahun 2026, Sulaimannur menjelaskan bahwa manasik haji merupakan bentuk gladi resik agar jemaah memahami secara runtut urutan ibadah haji yang benar sesuai dengan tuntunan syariat. Ia mengingatkan agar seluruh jemaah haji mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh sebagai bekal utama dalam pelaksanaan ibadah.

Selain aspek pemahaman ibadah, Sulaimannur juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik sejak dini. Menurutnya, kondisi fisik yang prima sangat dibutuhkan agar jemaah mampu mengikuti seluruh rangkaian manasik hingga pelaksanaan ibadah haji di Makkah dan Madinah dengan baik.

Tak kalah penting, ia mengingatkan Jemaah Haji untuk mempersiapkan mental dan ketakwaan. Jemaah diharapkan senantiasa memperbanyak istigfar, menjaga kesabaran, serta meluruskan niat dengan penuh keikhlasan dalam mengikuti seluruh tahapan bimbingan dan pelaksanaan ibadah haji.

“Ibadah haji adalah ibadah fisik dan mental. Karena itu, kesabaran, kebersamaan, dan kepatuhan terhadap aturan harus dilatih sejak manasik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sulaimannur berharap melalui bimbingan manasik ini, calon jemaah haji memperoleh pemahaman yang utuh sehingga mampu melaksanakan ibadah haji secara berkualitas dan meraih predikat haji mabrur. Ia juga kembali mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip Lima Tertib, yakni tertib ibadah, tertib kesehatan, tertib dokumen, tertib transportasi, dan tertib akomodasi selama proses penyelenggaraan ibadah haji.

Pada hari pertama pelaksanaan, Sabtu (7/2/2026), selain materi kebijakan penyelenggaraan haji yang disampaikan oleh Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bireuen, para Jemaah Haji juga menerima materi Layanan dan Ibadah Selama di Madinah yang disampaikan oleh Drs. H. Ridwan, M.Pd.

Selama kegiatan manasik haji terintegrasi ini, Jemaah Haji akan dibekali berbagai materi lainnya, meliputi layanan dan ibadah selama di Makkah pra dan pasca Armuzna, pelaksanaan tawaf ifadhah, layanan dan ibadah di Mina, Arafah, dan Muzdalifah, serta praktik manasik umrah dan manasik haji.(Cek Man/*)



SHARE :
Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

0 facebook:

 
Top