lamurionline.com -- Banda Aceh -- Kepala Kantor Kementerian Agama Banda Aceh Dr H Salman SPd MAg resmi menyemat gelar Doktor strata paling tinggi akademik bagi seseorang setelah berhasil mempertahankan Disertasinya yang berjudul “Analisis Kebijakan Pemerintah Aceh dalam Pengembangan Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam” di hadapan para penguji, Rabu (06/05/2026) di Lantai III Aula Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh.
“Semangat Bapak meraih Doktor perlu diikuti bagi kita, meskipun Bapak tidak lagi muda tapi semangatnya masih seperti anak muda dalam menyelesaikan kuliahnya” ujar Kasubbag TU Kemenag Banda Aceh Kusnadi, S.Ag, MA kepada media ini selesai Dr H Salman S.Pd, M.Ag sidang Promosi Doktor.
Salman menambahkan hasil penelitiannya ada tiga poin penting. Pertama, secara normatif kebijakan pengembangan profesionalisme guru PAI di Aceh telah memiliki dasar hukum kuat (UUPA dan Qanun), namun masih terjadi policy-profession gap. Guru PAI diposisikan dalam kerangka profesionalisme umum, sehingga standar yang digunakan bersifat teknokratis dan belum mencerminkan kekhususan syariat Islam. Kedua, sebut Salman, implementasi kebijakan masih didominasi pendekatan administratif, dengan PPG sebagai program utama namun belum merata dan belum kontekstual.
Program lain seperti studi lanjut dan Guru Penggerak berjalan sporadis, tanpa desain afirmatif khusus. Kebijakan integrasi nilai belum terlembaga secara sistemik dan masih bergantung pada anggaran tahunan, bukan roadmap berkelanjutan, dan Ketiga, tantangan utama meliputi dualisme kewenangan, lemahnya dukungan kelembagaan dan anggaran, serta penggunaan indikator evaluasi yang masih umum. Kondisi ini melahirkan restricted religius professionalism, di mana profesionalisme guru PAI tereduksi menjadi administratif.
Dalam penelitiannya, Salman menawarkan teori baru yang disebut Novelty. Penelitian ini mengharuskan redefinisi profesionalisme guru PAI dari paradigma administratif menuju model profesionalisme substantif-religius berbasis kekhususan Aceh, yang mengintegrasikan dimensi pedagogik, spritual, sosial-keagamaan, dan legitimasi hukum daerah dalam satu kerangka konseptual.
Promosi Doktor Salman dihadiri berbagai elemen masyarakat dan keluarga promovendus. Istri promovendus, Rosnidar menceritakan dalam kesehariannya, Salman suaminya sangat humoris dan selalu bercanda dalam setiap kesempatan. “Sebagai ayah, Bapak selalu menyempatkan diri berinteraksi dan berkomunikasi terkait kegiatan anak-anak”. Ujar Rosnidar yang berprofesi Pengawas PAI di lingkungan Kemenag Banda Aceh.


0 facebook:
Post a Comment