LAMURIONLINE.COM I BANDA ACEH – Bekerja maupun belajar dapat bernilai ibadah apabila diniatkan karena Allah SWT serta dilakukan dengan baik dan benar sesuai petunjuk Allah dan tuntunan Rasulullah SAW.
Hal itu disampaikan intelektual muslim sekaligus Guru Besar Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. M. Hasbi Amiruddin, dalam khutbah Jumat di Masjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Jumat (19/6/2026), bertepatan dengan 4 Muharram 1448 Hijriyah.
Dalam khutbahnya, Prof Hasbi mengingatkan bahwa tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah SWT sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an surat Az-Zariyat ayat 56. Karena itu, seluruh tahapan dan aktivitas kehidupan manusia pada hakikatnya merupakan bagian dari ibadah.
“Setiap langkah kegiatan dan tahapan dalam hidup kita adalah ibadah, apa pun pekerjaan kita,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai profesi seperti polisi yang menjaga keamanan masyarakat, tentara yang menjaga kedaulatan negara, tenaga pengajar yang mencerdaskan generasi bangsa, tenaga kependidikan, pebisnis, politikus, dan profesi lainnya merupakan pekerjaan yang mulia. Namun, jika semua itu tidak diniatkan sebagai ibadah, maka seseorang tidak akan memperoleh kebaikan yang bernilai untuk kebahagiaan akhiratnya.
Prof Hasbi mengingatkan agar seseorang tidak menghabiskan puluhan tahun masa pengabdiannya hanya untuk memperoleh penghasilan dan fasilitas semata. Demikian pula mahasiswa dan pelajar, jangan hanya belajar demi memperoleh gelar atau pekerjaan, tetapi hendaknya diniatkan sebagai ibadah agar mendatangkan keberkahan dan pahala.
Ia menjelaskan, seorang pelajar atau mahasiswa yang meninggal dunia dalam perjalanan menuntut ilmu akan memperoleh pahala syahid. Begitu pula berbagai profesi lainnya akan mendapatkan balasan yang baik dari Allah SWT apabila seseorang meninggal dunia dalam keadaan menjalankan amal kebaikan sesuai dengan niat yang benar.
Lebih lanjut, Prof Hasbi menyebutkan bahwa bekerja juga merupakan perintah Allah sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 105. Pekerjaan yang dilakukan manusia akan dilihat, dinilai, dan diapresiasi oleh orang lain.
“Karena bekerja itu merupakan perintah Allah dan bagian dari ibadah, maka hendaknya dilakukan secara jujur, sesuai prosedur, tidak menyimpang dari ketentuan hukum dan tuntunan agama,” katanya.
Menurutnya, bekerja sesuai dengan perintah Allah dan tuntunan Rasulullah SAW akan memberikan pengaruh positif terhadap kehidupan seseorang. Dalam kajian psikologi, hal tersebut dikenal dengan istilah inner beauty.
“Inner beauty dalam diri seseorang dapat membuatnya dihormati dan dihargai oleh orang lain meskipun berada jauh dari tempat kita berada. Seorang pemimpin pun dihargai dan dinilai dari faktor inner beauty yang dimilikinya,” jelasnya.
Pada akhir khutbah, Prof Hasbi mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjalankan profesi dan tugas masing-masing sebagai bentuk ibadah yang dilakukan dengan niat yang benar, sesuai ketentuan Allah dan Rasul-Nya, serta sejalan dengan hukum dan norma yang berlaku.
Ia juga mengingatkan para pelajar dan mahasiswa agar tekun dalam belajar serta senantiasa meluruskan niat sebagai ibadah, sehingga seluruh aktivitas di kampus dan keberhasilan yang diraih akan bernilai sebagai amal kebajikan di sisi Allah SWT.

0 facebook:
Post a Comment