lamurionline.com -- BANDA ACEH – Keteguhan hati dan semangat belajar yang tinggi mengantarkan Alvia Hasli Ramadhan meraih prestasi akademik membanggakan. Meski harus berjuang menghadapi masalah kesehatan sejak usia dini, perempuan asal Kabupaten Nagan Raya itu berhasil menyelesaikan studi Magister Ilmu Agama Islam di UIN Ar-Raniry dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00 dan predikat cumlaude.

Pencapaian tersebut diraih dalam prosesi wisuda gelombang pertama program sarjana dan magister UIN Ar-Raniry yang berlangsung di Auditorium Ali Hasjmy pada Senin (22/6/2026).

Perjalanan pendidikan Alvia tidaklah mudah. Sejak kecil ia menderita penyakit saraf kejepit yang membuatnya pernah dinyatakan berisiko mengalami kelumpuhan. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan langkahnya untuk terus mengejar pendidikan dan prestasi.

Sejak menempuh pendidikan pada jenjang Madrasah Tsanawiyah hingga Madrasah Aliyah di Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee Aceh Besar, Alvia dikenal sebagai pelajar yang aktif dan berprestasi. Ia kerap mengikuti berbagai kompetisi akademik dan keagamaan, baik di tingkat daerah maupun nasional.


Salah satu pencapaian pentingnya adalah ketika dipercaya mewakili Aceh pada ajang Musabaqah Qiraatil Kutub Nasional di cabang debat Bahasa Arab. Kemampuan akademik yang dimilikinya juga membawanya memperoleh beasiswa studi ke luar negeri melalui program tahfiz Al-Qur'an yang dikelola BPSDM Aceh.

Kesempatan tersebut mengantarkannya melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar, Mesir, yang dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka dunia. Namun di tengah masa studi, kondisi kesehatannya sempat memburuk sehingga ia harus kembali ke Indonesia untuk menjalani pengobatan intensif, termasuk perawatan di Penang, Malaysia.

Setelah melalui masa pemulihan, Alvia kembali melanjutkan pendidikannya dan berhasil menyelesaikan program sarjana pada Jurusan Akidah dan Filsafat Universitas Al-Azhar dengan predikat Jayyid Jiddan Ma'a Martabat Asy-Syaraf atau sangat baik dengan kehormatan. Prestasi itu menjadi semakin istimewa karena jurusan tersebut masih relatif sedikit diminati oleh mahasiswa perempuan.

Tak hanya itu, Alvia juga berhasil menembus empat besar mahasiswa non-Arab terbaik di jurusannya. Capaian tersebut menunjukkan kemampuannya bersaing di lingkungan akademik internasional yang penuh tantangan.

Sekembalinya ke Aceh, Alvia melanjutkan studi magister di UIN Ar-Raniry. Di kampus tersebut, ia kembali menorehkan prestasi dengan menuntaskan pendidikan hanya dalam waktu tiga semester serta mempertahankan IPK sempurna hingga akhir masa studi.

“Alhamdulillah, saya dapat menyelesaikan pendidikan dengan predikat cumlaude. Semua ini tidak terlepas dari doa, dukungan, dan motivasi yang diberikan orang tua, guru serta teman-teman,” kata Alvia, Rabu (24/6/2026).

Kisah Alvia menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukanlah hambatan untuk meraih kesuksesan. Dengan tekad kuat, kerja keras, dan disiplin, berbagai tantangan dapat dihadapi hingga menjadi jalan menuju prestasi. Ia juga mengajak generasi muda Aceh untuk terus berusaha dan percaya pada kemampuan diri dalam mewujudkan cita-cita yang diimpikan.(*)

SHARE :
Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

0 facebook:

 
Top