LAMURIONLINE.COM | MEKKAH
 – Nuansa Aceh mewarnai salah satu sudut Kota Mekkah saat sesepuh masyarakat Aceh di Tanah Suci, Tgk Sulaiman Al-Asyi yang akrab disapa Cek Man, bersama istrinya, Kak Niar, menjamu para petugas haji asal Aceh di kediamannya kawasan Sya'raya, Mekkah, Rabu (3/6/2026).

Jamuan tersebut menjadi obat rindu bagi para petugas haji Aceh yang telah lebih dari 20 hari menjalankan tugas pelayanan jamaah di Tanah Suci. Secara khusus, Cek Man dan keluarga mengundang para petugas haji untuk bersilaturahmi sekaligus menikmati aneka kuliner khas Aceh yang jarang mereka temui selama berada di Arab Saudi.

Berbagai hidangan tradisional Aceh tersaji dalam suasana penuh keakraban, mulai dari kuah beulangong (kari kambing), kuah leumak, keumamah, ikan muloh, dendeng hingga boh reuteuk tumis. Kehadiran menu khas kampung halaman tersebut disambut antusias para petugas yang selama ini lebih banyak menikmati menu nusantara yang disediakan selama masa operasional haji.

Salah seorang petugas haji, Khalid Wardana, menyampaikan apresiasinya atas jamuan dan silaturahmi yang digelar Cek Man. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi penyemangat sekaligus pelepas rindu terhadap suasana kampung halaman di tengah padatnya tugas melayani jamaah haji.

"Kami sangat merasakan nuansa gampong Aceh melalui suasana kekeluargaan, canda tawa, dan cita rasa kuliner yang disajikan. Selama bertugas di Mekkah kami hampir tidak pernah menikmati kuah asam keu'eung maupun keumamah. Bahkan kami juga merindukan warung kopi dan Mie Aceh. Namun kondisi itu tidak mengurangi semangat kami dalam melayani dhuyufurrahman," ujar Khalid yang juga menjabat Ketua Kloter BTJ 8 Aceh.

Tgk Sulaiman Al-Asyi dikenal luas di kalangan diaspora Aceh di Timur Tengah. Setiap musim haji, ia rutin mengundang petugas haji Aceh ke kediamannya. Sosok yang telah lama menetap di Mekkah itu juga dikenal dermawan dan banyak membantu pelajar, mahasiswa, jamaah haji, maupun jamaah umrah asal Aceh yang berada di Arab Saudi. Bahkan, rumahnya kerap menjadi tempat singgah dan bermukim sementara bagi pelajar serta mahasiswa Aceh yang menempuh pendidikan di Timur Tengah.

Dalam pertemuan yang turut dihadiri Imum Chik Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Tgk Muhammad Ali (Abu Paya Pasi), Cek Man juga menyampaikan pesan-pesan kebangsaan dan pembangunan untuk Aceh. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat agar memperkuat persatuan, meninggalkan sikap ego sektoral, serta membangun komitmen bersama demi kemajuan daerah.



Menurutnya, Aceh memiliki potensi besar untuk berkembang apabila dikelola secara profesional dengan menempatkan setiap individu sesuai kapasitas, kompetensi, dan keahliannya. Ia berharap semangat kebersamaan yang terjalin di perantauan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Aceh untuk terus berkontribusi dalam membangun daerah ke arah yang lebih baik.

Silaturahmi yang berlangsung hangat tersebut tidak hanya menghadirkan cita rasa kampung halaman, tetapi juga mempererat ikatan kekeluargaan masyarakat Aceh di Tanah Suci serta menambah motivasi para petugas haji dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah selama musim haji 1447 Hijriah.*

SHARE :

0 facebook:

 
Top