lamurionline.com -- BANDA ACEH – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (DEMA FAH) UIN Ar-Raniry sukses menyelenggarakan agenda krusial kemahasiswaan berupa Upgrading dan Rapat Kerja (Raker) Kepengurusan Periode 2026. Kegiatan strategis yang mengusung tema “Beyond Leadership: Merangkai Visi, Menggerakkan Aksi, dan Membangun Pemimpin Masa Depan” ini dilaksanakan pada Kamis, 4 Juni 2026, bertempat di Aula Lantai 2 Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF).

Acara seremonial pembukaan tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan fakultas, di antaranya Wakil Dekan II, Prof. Dr. Nur Chalis, MA., Wakil Dekan III, Hermansyah, M.Th., M.A.Hum., serta Kepala Tata Usaha (KTU) FAH, Syarbini, S.Sos.

Dekan FAH UIN Ar-Raniry, Syarifuddin, M.Ag., Ph.D., yang hadir sekaligus membuka acara secara resmi, menekankan pentingnya kontribusi nyata dari para pengurus ormawa agar tidak sekadar menjalankan roda organisasi secara formalitas.

"Lakukan aksi nyata untuk kebaikan ormawa, mahasiswa, dan seluruh elemen di Fakultas Adab dan Humaniora. Rancanglah beberapa program unggulan yang strategis, seperti promosi fakultas secara masif serta pembuatan program edukasi yang berfokus pada kebudayaan," tegas Syarifuddin dalam arahannya.

Sinergi dan Peningkatan Kapasitas SDM Organisasi

Ketua Panitia Pelaksana, M. Zakki Rayyan, dalam laporan kegiatannya menyampaikan bahwa agenda ini dirancang sebagai sarana krusial untuk menaikkan mutu kepengurusan.

"Kegiatan Upgrading dan Rapat Kerja ini diselenggarakan sebagai sarana untuk meningkatkan pemahaman, kapasitas, serta kualitas sumber daya manusia dalam organisasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pengurus dapat memperkuat wawasan keorganisasian, meningkatkan kemampuan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, serta membangun semangat kebersamaan yang menjadi fondasi utama dalam menjalankan roda organisasi," jelas Zakki.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DEMA FAH, Zayyaf Naufal Jannah Wal Fitra, menggarisbawahi urgensi kegiatan ini sebagai investasi kompetensi bagi kepengurusan selama satu periode ke depan.

"Upgrading dan raker ini esensial untuk membekali pengurus agar mampu berbicara dengan percaya diri di depan publik (public speaking) serta menguasai metode problem solving yang ampuh guna mengatasi berbagai dinamika permasalahan, baik di dalam ruang lingkup organisasi maupun kehidupan sehari-hari," tutur Zayyaf.

Mengupas Tuntas Tiga Pilar "Beyond Leadership" bersama Pakar

Sesi upgrading menghadirkan narasumber ahli di bidangnya, Muhammad Wildan Gunarya, S.Kel., CMTr., CBEC., yang membedah peta pembelajaran kepemimpinan tingkat lanjut (Beyond Leadership) secara mendalam melalui tiga pilar keilmuan yang adaptif:

1. Strategic Leadership (Kepemimpinan Strategis)

·           Peserta dibekali kemampuan memetakan akar masalah internal organisasi (seperti hambatan komunikasi dan kompetensi SDM) menggunakan Fishbone Diagram dan analisis SWOT.

·           Dari pemetaan ini, dirumuskan strategi utama untuk membangun budaya kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif.

·           Narasumber juga menekankan perancangan target organisasi yang presisi menggunakan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound) oleh George T. Doran agar setiap program kerja terukur dan realistis.

2. Conflict Management (Manajemen Konflik) Mengadopsi Thomas-Kilmann Conflict Model, narasumber menguliti lima gaya taktis dalam menghadapi konflik organisasi:

·         Avoiding: Menghindari konflik pada isu kecil atau saat emosi sedang tinggi.

·         Accommodating: Mengalah demi menjaga hubungan jangka panjang.

·         Competing: Tegas mengambil posisi pada situasi darurat atau terjadi pelanggaran nilai.

·         Compromising: Mencari titik tengah di tengah keterbatasan waktu organisasi.

·         Collaborating: Mencari solusi terbaik bersama untuk isu prinsipil dan menjaga hubungan jangka panjang.

3. Leadership Rhetoric (Retorika Kepemimpinan) Pada pilar terakhir, peserta dilatih menguasai seni komunikasi persuasif yang tidak sekadar terdengar baik, tetapi mampu menggerakkan massa. Konsep ini memadukan trias retorika:

·         Ethos: Membangun kredibilitas, integritas diri, dan konsistensi tindakan.

·         Logos: Menyusun argumentasi logis berbasis data, fakta, serta solusi konkret

·         Pathos: Menyentuh sisi emosional audiens melalui kesamaan rasa, nasib, dan identitas Bersama

Narasi ini kemudian diimplementasikan menggunakan Formula Retorika: Realitas untuk membangun Gerak kolektif yang solid.

Rapat Kerja: Merumuskan Cetak Biru Program Kerja Progresif

Usai menerima pembekalan materi yang komprehensif, agenda siang hari dilanjutkan dengan Rapat Kerja (Raker) DEMA FAH. Raker ini berfungsi sebagai forum tertinggi pengurus untuk membedah, menyelaraskan, dan mengesahkan seluruh rancangan program kerja dari setiap departemen untuk satu periode ke depan.

Melalui raker ini, DEMA FAH berhasil menyusun cetak biru (blueprint) gerakan yang terarah dan realistis. Proses pengesahan proker ini dilakukan guna memastikan seluruh agenda yang akan dijalankan linear dengan visi besar fakultas, meminimalisasi tumpang tindih fungsi antar-divisi, serta mengunci komitmen kolektif pengurus agar setiap program yang dicanangkan dapat terlaksana secara akuntabel, progresif, dan membawa dampak nyata bagi mahasiswa maupun masyarakat luas.

Dengan berakhirnya rangkaian upgrading dan raker ini, DEMA FAH UIN Ar-Raniry siap melangkah dengan nakhoda baru yang lebih kompeten, adaptif, dan siap mengabdi demi kemajuan akademika dan kebudayaan.(Cek Man/*)

SHARE :

0 facebook:

 
Top