LAMURIONLINE.COM | PALEMBANG - Yayasan Wakaf Haroen Aly berhasil mengharumkan nama Aceh dengan meraih Juara I pada Kompetisi Program Pemberdayaan Ekonomi Lembaga ZISWAF Unggulan dalam rangka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Sumatera 2026 yang berlangsung di Palembang, 5-7 Juni 2026.
Pada ajang bergengsi tingkat regional tersebut, Yayasan Wakaf Haroen Aly tampil sebagai wakil Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh dan berhasil unggul dari sejumlah lembaga ZISWAF terbaik dari berbagai provinsi di Sumatera.
Adapun Juara II diraih Yayasan Waqaf Ar Risalah dari Sumatera Barat yang diwakili Mira Desvita, sedangkan Juara III diraih Dompet Dhuafa Lampung yang diwakili Nandrianto Suparno.
Perwakilan Yayasan Wakaf Haroen Aly, T Muhammad Ghufran, Minggu (7/6/2026) mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti pengelolaan wakaf produktif yang dijalankan lembaganya mampu memberikan manfaat nyata bagi pendidikan dan pemberdayaan umat.
“Alhamdulillah, capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh tim dan dukungan masyarakat yang selama ini mempercayakan wakafnya kepada Yayasan Wakaf Haroen Aly. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan model wakaf produktif yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Ghufran.
Dalam kompetisi tersebut, Yayasan Wakaf Haroen Aly mempresentasikan program unggulannya, DQA Mart & Caffee, unit usaha berbasis wakaf yang beroperasi di lingkungan Komplek Dayah Darul Quran Aceh. Program ini dinilai berhasil mengintegrasikan pengelolaan usaha sektor riil dengan pemberdayaan pendidikan melalui penyaluran surplus usaha untuk program beasiswa santri.
Menurut Ghufran, DQA Mart & Caffee bukan sekadar unit bisnis, melainkan instrumen pemberdayaan yang dirancang untuk menciptakan manfaat berkelanjutan.
“Kantin Wakaf DQA Mart & Caffee bukanlah tujuan akhir. Ini adalah langkah awal dan prototipe model bisnis wakaf yang sangat potensial untuk direplikasi di berbagai pesantren lainnya. Jika segelas kopi yang dibeli di kantin kami dapat membantu membiayai pendidikan seorang santri, maka dampak yang lebih besar dapat diwujudkan melalui kolaborasi dan penguatan ekosistem wakaf produktif,” katanya.
Selain menjadi peserta kompetisi, Ghufran juga tampil sebagai narasumber dalam Talkshow Optimalisasi Dana ZISWAF bertema ‘Akselerasi ZISWAF Produktif: Dari Kedermawanan Menuju Kemandirian Umat’ yang digelar di Atrium Palembang Icon Mall.
Sementara itu, Ketua Yayasan Wakaf Haroen Aly, Prof Dr Muhammad Yasir Yusuf, MA menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh tim yang telah mengembangkan berbagai program wakaf produktif selama ini.
Menurutnya prestasi tersebut bukanlah sekadar penghargaan, tetapi pengakuan bahwa wakaf dapat dikelola secara profesional, produktif, dan memberikan manfaat luas bagi umat. Selain itu menjadi inspirasi bagi lembaga-lembaga ZISWAF lainnya untuk terus berinovasi dalam membangun kemandirian pendidikan dan ekonomi masyarakat.
“Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi contoh pengelolaan wakaf produktif yang dapat direplikasi di berbagai daerah, sekaligus memperkuat peran wakaf sebagai instrumen pembangunan ekonomi dan peningkatan kualitas pendidikan umat, pungkas Prof Yasir Yusuf. (Murdani Tijue)

0 facebook:
Post a Comment