LAMURIONLINE.COM | BANDA ACEH – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Aceh terus memperkuat literasi masyarakat mengenai pentingnya Rupiah melalui program edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Kali ini, sasaran edukasi adalah Tenaga Pendamping Profesional Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (TPP P3MD) yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendampingi pembangunan desa.
Hal tersebut disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Hertha Bastiawan, saat membuka kegiatan Training of Trainers (ToT) Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah bagi TPP P3MD di Hotel The Padē, Banda Aceh, Selasa (21/7/2026).
Hertha mengatakan, Rupiah tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia, tetapi juga merupakan simbol kedaulatan negara sekaligus alat pemersatu bangsa. Karena itu, diperlukan sosialisasi dan edukasi yang berkelanjutan agar masyarakat semakin memahami nilai strategis Rupiah.
"Rupiah bukan hanya alat tukar, tetapi juga simbol kedaulatan negara dan alat pemersatu bangsa," ujar Hertha.
Menurutnya, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa dipilih sebagai mitra strategis karena merupakan ujung tombak dalam mendampingi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa. Melalui sinergi edukasi CBP Rupiah yang diintegrasikan ke dalam pembangunan desa, pemahaman mengenai pentingnya Rupiah diharapkan dapat ditanamkan sejak dini kepada pemerintah desa dan masyarakat.
Hertha menambahkan, materi sosialisasi mengenai Rupiah kini tidak lagi terbatas pada pengenalan ciri keaslian uang maupun aspek fisiknya, tetapi juga telah memanfaatkan perkembangan teknologi digital, seperti augmented reality, sehingga penyampaian informasi menjadi lebih menarik dan mudah dipahami.
Sementara itu, Koordinator Tenaga Ahli TPP P3MD Provinsi Aceh, Busra, S.T., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah merupakan bagian penting dalam membangun semangat nasionalisme sekaligus meningkatkan literasi keuangan para pendamping desa.
![]() |
| Koordinator Tenaga Ahli TPP P3MD Provinsi Aceh, Busra, S.T., |
"Para Tenaga Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa harus memahami pentingnya mencintai Rupiah sebagai bagian dari nasionalisme. Selain itu, mereka juga perlu memahami penggunaan Rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia serta memiliki pemahaman mengenai investasi yang legal dan aman," katanya.
Busra menjelaskan, melalui pelatihan ini para Tenaga Pendamping Profesional Desa diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan Kementerian Desa PDT dalam menyebarluaskan edukasi tentang pentingnya Rupiah kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan pendampingan pembangunan desa.
Sebanyak 210 Tenaga Pendamping Profesional (TPP) P3MD dari seluruh kabupaten/kota di Aceh dengan tujuan menjadi agen edukasi yang mampu mengampanyekan gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah di desa-desa, sekaligus mendorong peningkatan literasi keuangan, investasi yang bijak, serta penguatan perekonomian desa menuju masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan. (Almuzanni)




0 facebook:
Post a Comment