lamurionline.com -- Samahani — MGMP MAN 1 Aceh Besar melaksanakan Pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) tentang Penyusunan Perangkat Pembelajaran berbasis Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan yang berlangsung pada 15–18 Juli 2026 ini dibuka secara resmi oleh Kepala MAN 1 Aceh Besar, Arjuna, S.Pd., M.Pd., didampingi Ketua MGMP MAN 1 Aceh Besar, Dra. Thursina, M.Pd. Pelatihan menghadirkan Wahyuni, M.Pd., Widyaswara BPKP Aceh, sebagai narasumber utama dan Ansar Salihin, M.Sn., Sekretaris MGMP MAN 1 Aceh Besar, sebagai fasilitator kegiatan.

Ketua MGMP MAN 1 Aceh Besar, Dra. Thursina, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan dilaksanakan selama empat hari dengan melibatkan seluruh guru MAN 1 Aceh Besar sebagai peserta. Pelatihan dirancang dalam bentuk pemaparan materi dan praktik langsung penyusunan perangkat pembelajaran agar guru mampu menghasilkan perangkat yang sesuai dengan arah kebijakan pendidikan terbaru. Melalui forum MGMP, para guru juga bermusyawarah dan berdiskusi untuk menyamakan persepsi terkait implementasi kurikulum dan strategi pembelajaran di madrasah.



Kepala MAN 1 Aceh Besar, Arjuna, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen guru untuk terus meningkatkan kompetensi profesional. Menurutnya, perubahan paradigma pendidikan menuntut guru untuk terus belajar dan beradaptasi terhadap berbagai kebijakan dan inovasi pembelajaran. Ia berharap pelatihan ini dapat menghasilkan perangkat pembelajaran yang lebih berkualitas, relevan dengan kebutuhan peserta didik, serta mampu menciptakan proses belajar yang bermakna dan menyenangkan di madrasah.

Pada sesi materi, Wahyuni, M.Pd., menjelaskan konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang menekankan terciptanya pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui pengembangan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik. Pembelajaran mendalam mendorong peserta didik tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu mengaplikasikan dan merefleksikannya dalam kehidupan nyata. Pendekatan ini diarahkan untuk membentuk delapan dimensi profil lulusan, di antaranya keimanan dan ketakwaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta kemandirian, dengan dukungan pemanfaatan teknologi digital dan praktik pembelajaran yang autentik.

Sementara itu, Ansar Salihin, M.Sn., memfasilitasi peserta dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) mulai dari pemetaan Capaian Pembelajaran (CP) dengan tema-tema Panca Cinta, analisis Tujuan Pembelajaran (TP), penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), hingga pengembangan modul ajar yang terintegrasi dengan nilai-nilai KBC. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) sebagai alat bantu dalam mempercepat dan meningkatkan kualitas penyusunan perangkat pembelajaran sehingga lebih efektif, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era digital.(*)



SHARE :
Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

0 facebook:

 
Top