LAMURIONLINE.COM | BANDA ACEH
— Pengurus Wilayah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PW IPARI Aceh) sukses menyelenggarakan peluncuran dan bedah buku Moderasi Beragama di Negeri Syariah, serta Penganugerahan Penghargaan Penyuluh Tahun 2026. Acara ini berlangsung di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh pada Rabu, 5 Agustus 2026, sebagai bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

​Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Plt Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Aceh,  Kabid Penais Zawa, Ketua FKUB Provinsi Aceh beserta jajarannya  yang terdiri dari tokoh lintas agama (Islam, Buddha, Kristen dan Hindu), Penyuluh Agama, serta tim penulis buku.

​Dalam arahannya, Kepala Kanwil Kemenag Aceh menyampaikan apresiasi atas terbitnya buku kolaboratif karya para penyuluh agama ini. Buku tersebut diharapkan mampu menginspirasi dan memberikan pencerahan bagi masyarakat dalam merawat kehidupan berbangsa dan beragama.

​"Semoga buku ini menjadi inspirasi dan pencerahan bagi kita dalam kehidupan berbangsa dan beragama," pesan Kepala Kanwil Kemenag Aceh.

​Ia juga menekankan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang sangat majemuk dengan keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama. Oleh karena itu, nilai-nilai moderasi beragama harus terus dijaga sebagai fondasi persatuan bangsa.

​Aceh dinilai sebagai daerah yang aman, rukun, damai, dan harmonis—suatu cerminan yang tertuang dalam buku Moderasi Beragama di Negeri Syariah. Sebagai contoh nyata harmoni sosial di tengah heterogenitas tinggi, beliau menyebut kawasan Peunayong di Kota Banda Aceh.

Selanjutnya, Ketua PW IPARI Aceh, Dra. Evi Sri Rahayu, M.Sos, menjelaskan bahwa buku tersebut disusun oleh 14 Penyuluh Agama Islam di bawah penyuntingan Teuku Zulyadi, Ph.D. Buku ini merangkum pengalaman lapangan nyata dan dibagi ke dalam tiga bagian utama, yakni konsep moderasi di lingkungan pendidikan berbasis syariat, studi kasus kerukunan dari berbagai kabupaten, serta peran strategis penyuluh dalam merawat harmoni sosial lintas agama di Aceh.

​Prosesi peluncuran buku dipimpin secara simbolis oleh Plt Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Aceh, Dr. Hj. Aida Rina Elisiva, B.Acc, M.M, bersama Ketua Forum FKUB, editor, Pembedah, dan penulis disaksikan oleh seluruh peserta. 



Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada para penulis sebagai bentuk apresiasi atas karya kolaboratif tersebut.

​Pada momen yang sama, PW IPARI Aceh turut menganugerahkan Penghargaan Penyuluh Tahun 2026 kepada tiga sosok berprestasi. Apresiasi tersebut diberikan kepada Mukhlisuddin, M.A sebagai Penyuluh Inspiratif, Radiah, S.Sos sebagai Penyuluh Inovatif, serta Syahrati, S.HI., M.Si yang dinobatkan sebagai Penyuluh Dedikatif atas pengabdian dan kontribusi nyata mereka di tengah masyarakat.

​Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi bedah buku yang menghadirkan Yarmen Dinamika sebagai pembedah. Sosok yang dikenal sebagai redaktur senior, penulis prolifik, sekaligus praktisi literasi dan pengajar ini membedah buku secara memikat, yang kemudian dilanjutkan dengan tanggapan dari penulis dan diskusi interaktif bersama peserta.*

SHARE :

0 facebook:

 
Top